Topan Megi Mengancam, Cina Evakuasi 160 Ribu Warga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badai Megi di Cauayan. AP Photo/Bullit Marquez

    Badai Megi di Cauayan. AP Photo/Bullit Marquez

    TEMPO Interaktif, Beijing -Menghindari jatuhnya banyak korban jiwa, otoritas Cina kemarin mengevakuasi 160 ribu warga yang tinggal di daerah yang diproyeksikan akan dilintasi topan Megi. Topan ini merupakan badai Pasifik Barat Daya yang dikenal dahsyat sejak 1990. 

    Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, pemerintah mengevakuasi lebih dari 150 ribu orang di Provinsi Fujian, Cina Selatan. Sedangkan 10 ribu lainnya dievakuasi di Provinsi Guangdong. Petugas juga memerintahkan puluhan ribu kapal nelayan kembali ke dermaga. 

    Departemen Meteorologi Provinsi Fujian meramalkan topan super Megi sampai ke pesisir timur Provinsi Guangdong pada Sabtu mendatang. Karena itu, kemarin otoritas mengeluarkan tanda peringatan merah, yang berarti peringatan level IV, bahwa topan bisa menyebabkan gelombang besar yang dapat menghancurkan wilayah pesisir, termasuk Guangdong, Fujian, dan Selat Taiwan.

    Peringatan merah memberikan waktu enam jam bagi otoritas lokal untuk mengevakuasi penduduk yang berada di tempat paling berisiko dan menempatkan peralatan pencegah badai. Petugas juga memerintahkan agar sekolah, toko, dan bandar udara tutup serta semua kapal harus kembali ke dermaga. 

    Peringatan juga dikeluarkan pemerintah negara bagian kepulauan. Mereka mengeluarkan peringatan warna kuning, yang berarti petugas memiliki waktu 12 jam untuk bersiap menghadapi badai. 

    "Badai dapat menghancurkan bangunan, dermaga, desa, dan kota-kota," kata Direktur Pusat Ramalan Cuaca Laut Cina Selatan Bai Yiping. Megi adalah topan ke-13 dan diramalkan menguat saat menghantam Cina tahun ini. Kendati Megi belum sampai, provinsi-provinsi di wilayah selatan Cina, termasuk Hainan, Guangdong, dan Fujian, telah ditimpa hujan lebat dan angin kuat saat ini.

    Di Filipina, dampak topan Megi masih terasa. Pemerintah dan Palang Merah kemarin menyebutkan korban jiwa bertambah menjadi 27 orang akibat badai dahsyat tersebut. Korban meninggal sebagian besar terjadi di utara Pulau Luzon. Megi menghantam Pulau Luzon pada Senin lalu. Topan ini menerbangkan atap rumah, menumbangkan tiang listrik, dan merusak beberapa desa di pulau itu. Menurut petugas pertahanan sipil, lebih dari 11 ribu orang masih berada di pusat penampungan.

    Jumlah korban akibat badai juga bertambah di Vietnam menjadi 134 orang. Jumlah ini bertambah setelah petugas menemukan 14 jenazah di dalam sebuah bus yang tersapu banjir.

    Di Thailand, ratusan warga desa di Provinsi Nakhon Ratchasima masih belum mendapat bantuan, meski banjir terus menerjang daerah itu. Jumlah korban tewas juga dilaporkan bertambah menjadi 11 orang dan seorang dilaporkan hilang sejak banjir menerjang Nakhon Ratchasima. l XINHUA | STRAITS TIMES | BANGKOK POST | M &C | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.