Kolonel Penyuka Celana Dalam Cewek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolonel Russell Williams

    Kolonel Russell Williams

    TEMPO Interaktif, Sekilas tak ada yang aneh pada diri Kolonel Russell Williams, 47 tahun. Badannya tegap dan rambutnya cepak. Maklum, dia penerbang pesawat tempur dan kerap menjadi pilot pesawat perdana menteri serta tamu-tamu Kerajaan Inggris. Jabatannya adalah Komandan Landasan Udara Skuadron 437 di Toronto, Kanada, yang merupakan landasan tersibuk. 

    Karena itu, tak ada yang mengira bahwa perwira menengah ini punya hobi mengoleksi dan memakai pakaian dalam perempuan. Dan, ini yang membuatnya ditahan serta dijatuhi hukuman seumur hidup: memperkosa perempuan dan membunuhnya. "Saya bersalah, Yang Mulia," kata Williams menjawab hakim saat disidang di Pengadilan Ontario. 

    Setidaknya ada 86 dakwaan kejahatan sadistis yang dilakukan perwira yang menikah dengan perempuan berumur 19 tahun ini. Dia didakwa bersalah membunuh dua perempuan, yang salah satunya adalah seorang sersan di kesatuannya; dua kasus pelecehan seksual; dan selusinan kasus pencurian pakaian dalam. 

    Polisi yang menggeledah rumah Kolonel Williams di Ottawa kaget bukan kepalang. Sebab, mereka mendapati foto-foto bekas komandan pangkalan rahasia Camp Mirage di Dubai ini mengenakan kutang dan celana dalam cewek. Ada juga foto-foto Williams tengah beronani di salah satu kamar korbannya. 

    "Kejahatan yang dilakukan Williams ini sungguh-sungguh kelewatan," kata Kepala Staf Jenderal Walt Natynczk. "Mengejutkan warga serta keluarga besar Angkatan Bersenjata Kanada." Karena itu, Jenderal Natynczk setuju atas putusan pengadilan untuk menghukum kolonel penderita kelainan seksual tersebut seumur hidup. "Dia dipecat!" katanya.
     
    THEGUARDIAN | CBS | ANDREE PRIYANTO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.