Amerika-Cina Bersebrangan Soal Nasib Pemenang Nobel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liu Xiaobo. REUTERS

    Liu Xiaobo. REUTERS

    TEMPO Interaktif, Beijing -Cina dan Amerika Serikat secara fundamental bersebrangan tentang pembangkang Cina yang dipenjara yang memenangi hadiah Nobel Perdamaian. Hal itu dikemukakan oleh Jaksa Agung Amerika Serikat hari ini, namun demikian dia menekankan potensialnya kerjasama Cina-Amerika.

    Setelah dua hari pertemuan dengan para pejabat top Cina di Beijing, Jaksa Agung Eric Holder kepada wartawan menjelaskan bahwa soal Liu Xiaobo muncul dalam pembicaraan, tapi bukanlah topik yang dominan. “Isu dibicarakan, dan ini sebuah area dimana Amerika Serikat dan Cina secara fundamental bersebrangan,” ujarnya dalam konferensi pers di Beijing menjawab soal Liu.

    “Presiden Obama telah terang benderang posisinya atas soal tersebut. Kami yakin bahwa Cina sudah seharusnya respek terhadap hak asasi semua warganya, dan bahwa itu termasuk Liu,” papar Holder, pejabat hukum tinggi dalam pemerintahan Obama.

    Dia tak memberi apapun detil terkait Liu. Washington telah menyambut baik penganugerahan itu dan mendesak pembebasan Liu, dali menjalani hukuman penjara 11 tahun karena mengkritik tajam kebijakan satu partai di Negeri Tirai Bambu.

    Partai Komunis Cina yang berkuasa menyebut Liu tak lebih dari seorang kriminal. Beijing meradang atas kritik-kritik dari politisi dan pemerintahan asing yang mendukung hadiah Nobel Perdamaian kepada Liu, dengan dugaan mereka mencoba mendongkel aturan partai politik.

    Juru bicara Menteri Luar Negeri Cina, Ma Zhaoxu hari ini mengecam laporan terakhir dari situasi HAM di negeri itu oleh Komisi Eksekutif Kongresional Amerika Serikat atas Cina, yang mengatakan “kenyataan yang didistorsi” dan “menciptakan tanda tak masuk akal”.

    “Kami sarankan kepada komisi itu mengubah kebijakan mereka, stop menyulut isu laporan-laporan tersebut dan hentikan salah pengertian mereka dengan mencampuri urusan dalam negeri Cina,” tegas Ma dalam sebuah pernyataan di situs Kementrian Luar Negeri Cina.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.