Patung Lilin Ariel Sharon Gemparkan Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Ariel Schalit

    AP/Ariel Schalit

    TEMPO Interaktif, Tel Aviv -Sebuah patung lilin realistis mantan Perdana Menteri Arieal Sharon telah menggemparkan warga Israel. Sharon, mantan jendral yang memimpin Israel selama periode sulit tahun-tahun perlawanan kedua Palestina dan mencerabut para pemukim Israel dari Gaza pada 2005, mengalami stroke yang merusak pada 4 Januari 2006. Akhirnya membawa politisi itu koma di rumah sakit hampir lima tahun terakhir ini.

    Sebuah pameran seni yang dibuka pekan ini di Tel Aviv, yang menampilkan sebuah patung lilin Sharon saat dirawat di ranjang rumah sakit, telah menyulut kemarahan para pendukung politiknya. “Tak ada seni di sini. Hanya voyeurisme yang memuakkan,” tukas Yoel Hasson, hari ini. Hasson adalah anggota dari Partai Kadima yang dididikan Sharon.

    “Ini bukan cara yang seperti kuinginkan untuk mengingat Sharon,” ujar Raanan Gissin, mantan penasehat dan kepercayaan Sharon, setelah mengunjungi sebuah galeri seni di Tel Aviv tempat patung lilin itu dipamerkan. “Saya kira Sharon akan bilang, 'Saya lebih senang tak diingat, diingat dengan cara seperti itu'.”

    Gissin, yang bertugas sebagai juru bicara keluarga besar, bilang dua putra Sharon tak mau berkomentar. Dijelaskannya dia sering menengok ke rumah sakit di Tel Aviv tempat Sharon terbaring, tapi tak sampai hati melihat mantan perdana menteri itu dalam kondisinya sekarang. “Dia antara hidup dan mati. Itu sangat tragis,” timpal Gissin.

    Gissin menambahkan, keluarga Sharon berencana memindahkan mantan prajurit legendaris Israel itu ke ranch pribadinya di selatan Israel, diaman dia selanjutnya akan lebih dekat keluarga dengan supervisi staf medik.

    Seniman Israel, Noam Braslavsky mengatakan dia membuat patung lilin itu karena Sharon telah absen begitu lama dari publik.

    AP | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.