Cina Tak Buru-buru Berunding dengan Taiwan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal anti rudal Patriot buatan Amerika Serikat. Amerika berencana  menjual Patriot, helikopter Black Hawk, kapal buru srgap dan informasi teknologi kepada Taiwan, yang membuat Cina marah (30/1). AP/File

    Rudal anti rudal Patriot buatan Amerika Serikat. Amerika berencana menjual Patriot, helikopter Black Hawk, kapal buru srgap dan informasi teknologi kepada Taiwan, yang membuat Cina marah (30/1). AP/File

    TEMPO Interaktif, Beijing -Cina tak terburu-buru untuk memulai pembicaraan dengan rival bersejarahnya, Taiwan, soal isu-isu militer atau politik yang sensitif. Demikian disebutkan pejabat top Beijing dalam kebijakan atas negeri pulau itu, seperti dikutip kantor berita Xinhua, hari ini.

    Wang Yi, Kepala Kantor Urusan Cina Taiwan, kepada warga Cina di New York bilang peningkatan hubungan ekonomi dengan Taiwan tetap menjadi prioritas. “Untuk saat ini isu-isu politik dan militer yang kompleks belum dapat dibicarakan ,tapi beberapa jenis dialog politik dapat dibuka untuk meningkatkan pemahaman,” ujar Wang.

    “Apa yang penting adalah mencari dan memelihara perkebangan hubungan yang stabil, karena hanya dengan demikian dapat menghindari kemunduran,” imbuhnya. “Fokus kerjasama saat ini dan akan datang tetap untuk memperdalam kerjasama ekonomi.”

    Cina dan Taiwan telah terpisah sejak 1949 ketika Nasionalis yang kalah kemudian mengungsi ke pulau seiring kemenangan Komunis dalam perang saudara.

    Sementara Cina belum pernah meninggalkan kekuatan untuk membawa pulau demokratis itu dalam kendalinya, kedua pihak telah meneken serangkaian kesepakatan perdagangan dan turisme sejak terpilihnya Ma Ying-jeou yang pro-Cina menjadi presiden pada 2008.

    Cina pekan lalu membuka tawaran pembicaraan soal isu-isu militer kepada Taiwan sebagai titik langkah potensial peredaman di kawasan Asia Pasifik dan membantu menghangatkan hubungan. Tapi hal itu ditanggapi dingin oleh Taiwan.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.