Mata-mata Rusia Raih Penghargaan dari Kremlin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anna Chapman. AP/Dmitry Lovetsky

    Anna Chapman. AP/Dmitry Lovetsky

    TEMPO Interaktif, Moskow -Masih ingat mata-mata Rusia cantik nan glamour Anna Chapman? Nah, dia dan para kawan sesama agen rahasia beroleh penghargaan dari negara.

    Sekelompok mata-mata Rusia yang diungkap oleh FBI pada Juni lalu telah menerima penghargaan top Kremlin. Presiden Rusia Dmitry Medvedev menghargai kerja kontroversoal mereka sebagai agen-agen rahasia di Amerika Serikat dengan mengganjar mereka medali.

    "Sebuah upacara bertempat di Kremlin hari ini memberikan sebuah penghargaan tinggi kepada sejumlah staf Foreign Intelligence Service (SVR) termasuk para mata-mata yang bekerja di Amerika Serikat dan kembali ke Rusia pada Juli lalu," ujar juru bicara Medvedev, di Moskow pagi tadi.

    Dia menolak mengatakan dengan tepat apa penghargaan negara yang mereka terima yang diberikan sebagai pengakuan atas jasa yang diberikan kepada negara.

    FBI menangkap 10 pria dan perempuan, termasuk seorang calon taipan properti Anna Chapman pada Juni lalu setelah sebuah operasi pengintaian panjang yang membuat malu Rusia dan menyebabkan skandal diplomatik. Washington mendeportasi para spion itu sebulan kemudian dalam operasi seperti gaya Perang Dingin yang memperlihatkan mereka seperti diperdagangkan di landasarn bandara Wina untuk ditukar dengan empat pria yang dituduh sebagai mata-mata Barat.

    Dua orang pria, Igor Sutyagin dan Sergei Skripal kemudian diberi suaka di Inggris. Awalnya Kremlin mengelak tentang pembahasan apa akibat kemunduran serius dalam operasi spionasi di seluruh dunia. Meskipun Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin adalah mantan perwira KGB kemudian membual dia telah menyanyikan lagu-lagu patriotik dengan para mata-mata.

    Telegraph co.uk | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.