PM Jepang: Baiknya Cina Membebaskan Pemenang Nobel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liu Xiaobo pada 2008. AP

    Liu Xiaobo pada 2008. AP

    TEMPO Interaktif, Tokyo -Perdana Menteri Jepang Naoto Kan hari ini menyatakan bahwa akan terasa “cocok” buat Cina untuk membebaskan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo tapi membatasi secara eksplisit desakan pembebasannya karena Tokyo dan Beijing mencoba memperbaiki hubungan.

    Hubungan kedua top ekonomi Asia itu memburuk setelah Jepang menahan seorang kapten nelayan pukat Cina yang kapalnya bertabrakan dengan kapal patroli Jepang di pulau yang disengketakan, tapi sinyal-sinyal terakhir menunjukkan perbaikan seiring pembicaran antara Kan dan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao.

    “Itu sangat diharapkan baginya untuk dibebaskan,” ujar Kan kepada komite parlemen, merujuk kepada Liu. “Hubungan Jepang-Cina sekarang kembali ke poin asli (bekembang) sebagai hubungan secara strategis saling menguntungkan. Dalam situasi ini, posisi saya adalah bertindak dengan memperhatikan kepentingan nasional sebagaimana pandangan pribadi saya.”

    Juru Bicara Menteri Luar Negeri Cina, Ma Zhaoxu tidak langsung mengomentari pernyataan Kan, tapi mengulang bahwa Cina memandang Liu sebagai seorang penjahat dan tidak menyambut perhatian atas kasusnya.

    “Beberapa politisi dan pemerintahan asing telah mendukung penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Liu Xiaobo. Saya ingin tahu apa niat mereka. Mungkinkah mereka menentang cara pembangunan Cina, keberatan dengan sistem politik Cina?” tanya Ma, di Beijing.

    Reuters | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.