Pilot Qatar Airways Meninggal Akibat Serangan Jantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Qatar Air. Foto: made-in-china.com

    Qatar Air. Foto: made-in-china.com

    TEMPO Interaktif - Pilot Qatar Airways yang meninggal saat menerbangkan pesawat ternyata terkena serangan jantung. Asisten pilot kemudian mengambil alih pesawat dan mendarat darurat di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Kapten pilot Qatar Airways itu meninggal di angkasa saat menerbangkan pesawat dari Filipina menuju Qatar. Menurut keterangan maskapai Qatar Airways pilot pesawat dengan nomor penerbangan 645 dari Manila dengan tujuan Doha.

    Pesawat kemudian dikemudikan oleh pilot baru. Pesawat tersebut kembali terbang dari Kuala Lumpur ke Doha kurang dari dua jam kemudian.

    Menurut catatan otoritas penerbangan sipil Inggris, selama tahun lalu sebanyak 32 insiden terjadi akibat pilot tidak dalam keadaan sehat. Sedangkan kopilot yang tidak sehat lebih banyak lagi ada 39 kali. Mereka biasanya keracunan makanan, mual dan pingsan.

    Meski pesawat modern bisa terbang otomatis, kehadiran seorang pilot tetap sangat dibutuhkan. Terutama saat-saat darurat. Pesawat juga tidak bisa mendarat tanpa bantuan manusia. Pilot atau ko-pilot harus mengatur kecepatan saat mendarat.

    Al JAZEERA I PGR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.