Kebocoran Limbah Hungaria Sudah Sebulan Lebih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas penyelamat mencari korban yang hilang terbawa banjir lumpur bracun di desa Kolontar, Hungaria (7/10). AP/Bela Szandelszky

    Sejumlah petugas penyelamat mencari korban yang hilang terbawa banjir lumpur bracun di desa Kolontar, Hungaria (7/10). AP/Bela Szandelszky

    TEMPO Interaktif, Budapest -Jumlah korban tewas dari tumpahan lumpur beracun di pabrik alumina di Hungaria meningkat menjadi sembilan setelah seorang pria tua meninggal semalam. Demikian hari ini disebutkan oleh Direktorat Manajemen Bencana Nasional Hungaria.

    Sedikitnya 50 orang masih menjalani perawatan inap di rumah sakit. Tak kurang 700 ribu meter kubik (184 juta galon) produk sampingan yang beracun tumpah dari sebuah penampungan raksasa yang ambrol di Ajka, sekitar 160 kilometer barat Ibukota Budapest, pada 4 Oktober lalu.

    Lebih dari itu, menurut laporan AP, ternyata kebocoran sudah terjadi berbulan sebelum terjadinya bencana itu. Sebuah foto udara dari reservoir, yang diadopsi oleh perusahaan Interspect Hungaria pada tanggal 11 Juni, menunjukkan kebocoran di dinding utara bendungan, yang akhirnya runtuh pada tanggal 4 Oktober.

    Hal itu disebut kantor berita tersebut yang mengutip Direktur Interspect, Gabor Bako. Perusahaan yang mengkhususkan diri pada foto udara, menurut Bako, telah berbagi foto dengan universitas-universitas dan kelompok-kelompok lingkungan hidup.

    Badan lingkungan hidup pemerintah telah memeriksa penampungan dua pekan sebelum bencana, dan menemukan sudah sesuai prosedur. Yang pasti polisi sudah memeriksa foto-foto itu sebagai bagian dari penyelidikan atas kasus kecelakaan yang merugikan jutaan euro tersebut.

    AP | Ria Novosti | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.