Pesawat Hercules Jatuh Dekat Kabul, Tujuh Awak Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Pesawat Hercules dengan tujuh awak jatuh di pegunungan, 30 kilometer di luar kota Kabul.

    Burung besi dengan nomor penerbangan C-130 dilaporkan membawa barang kebutuhan NATO menghujam bumi, Selasa, seluruh awak tujuh orang tewas.

    Wartawan Al Jazeera, Sue Turton, melaporkan dari Kabul, "Pesawat terbang dari pangkalan militer Bagram menuju Kabul membawa kebutuhan logistik untuk NATO.

    "Kru pesawat tujuh orang berasal dari Amerika Serikat dan warga Afrika."

    "Tak ada tanda-tanda pesawat ditembak oleh pejuang Taliban. Dari apa yang kami dengar, jatuhnya pesawat murni kecelakaan," ujarnya.

    Juru bicara NATO, yang memimpin pasukan internasional di Afganistan, membenarkan adanya sebuah kecelakaan pesawat terbang namun tak memberikan keterangan rinci berapa orang yang berada di dalam pesawat.

    Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, pasukan Afganistan dan internasional mengirimkan misi pencarian dan penyelamatan ke tempat kejadian. Seorang anggota kepolisian yang belum diketahui identitasnya berada dalam pesawt.

    Sementara itu di tempat terpisah, Selasa dini hari, dilaporkan seorang tewas akibat sebuah ledakan bom di dekat helikopter Chinook Amerika Serikat setelah helikopter tersebut mendarat di luar pangakalan militer Afganistan timur.

    Menurut pasukan keamanan intenasional (Isaf) dalam pernyataannya menyebutkan penyebab ledakan belum diketahui dan dalam helikopter terdapat 26 penumpang.

    Insiden tersebut menyebabkan 10 pasukan terluka, dua orang meninggal. Namun tak disebutkan penyebab ledakan.

    "Operasi bisa berubah-ubah. Anda harus mengerti bahwa kami sedang mencoba mengumpulkan seluruh fakta," kata juru bicara.

    "Aksi ini menyebabkan tujuh orang cedera, satu orang tewas. Seluruh pasukan yang cedera berasal dari Isaf."

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.