Orang Bugil di Kampanye Obama Dapat Rp 9 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obama ditimpuk buku saat kampanye di Philadelphia (dailymail.co.uk)

    Obama ditimpuk buku saat kampanye di Philadelphia (dailymail.co.uk)

    TEMPO Interaktif, Philadelphia - Misteri pria bugil yang tampil di hadapan Presiden Barack Obama terungkap. Pelaku adalah pemuda 24 tahun bernama Juan James Rodriguez, pemuda yang tertangkap kamera digelandang petugas keamanan dengan poster kampanye untuk menutupi kemaluannya.

    Apa yang mendorong Rodriguez senekat itu? Jawabannya uang US$ 1 juta atau sekitar Rp 9 miliar.

    Seperti dilaporkan Kantor Berita CBS, Selasa (12/11), pria nekat itu menjawab tantangan Alki David untuk jadi orang asing pertama yang tampil bugil di hadapan Presiden Amerika Serikat. Aksi itu disiarkan di situs Battlecam.

    Syaratnya: berada di jarak pandang sang presiden, teriakan nama situs enam kali, dan tentunya, bugil. Awalnya tantangan ini diiming-imingi Rp 900 juta, namun dinaikan untuk mencakup biaya lain yang muncul dari tuntutan hukum.

    Rodriguez menjawab tantangan itu saat Obama tampil di Kampanye Partai Demokrat di Philadelphia. Dia mencoret dada dan perutnya dengan tulisan "Battlecam". Aksi ini menjadi perhatian dunia. "Saat saya melihat videonya dan mendapat konfirmasi, bayarannya bukan dalam cek, tapi tunai," kata David.

    Meski ditangkap dengan tuduhan bugil di muka umum, Rodriguez dipastikan tersenyum puas melihat pundi-pundinya bertambah satu juta dolar.

    Bersamaan dengan aksi gilanya, Pasukan Pengamanan Presiden AS menangkap seorang pria yang menimpuk buku ke arah Obama. "Dia hanya pendukung yang kelewat senang dan ingin Obama memiliki bukunya," kata juru bicara pasukan keamanan. Mereka menolak membeberkan nama laki-laki yang tidak ditahan itu.

    CBS | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.