Prancis Kembali Dilanda Mogok Anti Reformasi Pensiun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh melakukan aksi protes di Marseille, selatan Perancis. AP/Claude Paris

    Buruh melakukan aksi protes di Marseille, selatan Perancis. AP/Claude Paris

    TEMPO Interaktif, Paris - Serikat-serikat pekerja Prancis hari ini memulai lagi suatu gelombang pemogokan menentang rencana reformasi pensiun, sebagai tes jalan keluar pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy seiring RUU itu kian mendekati menjadi Undang-undang.

    Layanan transportasi seperti kereta api, penerbangan dan pelabuhan laut berjalan di bawah kapasitas sebagai akibat para serikat pekerja melanjutkan perang mereka melawan rencana untuk membuat orang bekerja lebih lama untuk pensiun mereka, termasuk menaikkan usia pensiun minimum menjadi 62 dari 60 tahun.

    Aksi serentak nasional yang didukung oleh parade protes hari ini adalah ujian teranyar kepemimpinan Sarkozy atas reformasi utamanya, yang bertujuan untuk mengurangi membengkaknya defisit pensiun dan mengamankan peringkat kredit Prancis, AAA, yang didambakan.

    Aksi pulang lebih cepat tak pelak mengurangi volume penerbangan dari bandara Orly Paris dan Charles de Gaulle-Rossy tinggal menjadi separuh dan sepertiganya saja.

    Satu dari tiga jaringan kereta api super cepat TGV tetap berjalan, meskipun layanan internasional dengan frekuensi tinggi, sedangkan kereta bawah tanah metro Paris hanya memiliki layanan terbatas.

    Ratusan keluarga dan mahasiswa dari dua universitas dan SMU turun ke jalan berdemonstrasi di bawah matahari terbit yang cantik. Banyak yang berkumpul di luar sekolah-sekolah sehingga sekitar 300 perguruan tinggi terkena dampak. “Itu anak-anak muda yang akan mendapat hal terburuk karena mereka tidak menghiraukan (kuliah),” ujar seorang mahasiswi kepada Reuters TV, di Paris, siang tadi.

    Reuters | The Wall Street Journal | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.