Istri Liu Xiaobo Disebut-sebut Dikenai Tahanan Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liu Xia, istri Liu Xiaobo. AP/Andy Wong

    Liu Xia, istri Liu Xiaobo. AP/Andy Wong

    TEMPO Interaktif, Beijing -Hadiah Nobel Perdamaian untuk pembangkang Cina Liu Xiaobo, 54 tahun, menunjukkan bahwa Barat tak bisa menerima kebangkitan Cina. Demikian ditulis media-media pemerintah Cina kemarin, yang juga menambahkan, pemerintah mengecam keras pemberian anugerah bergengsi itu.

    Beijing menyebut hadiah yang diumumkan Jumat pekan lalu kepada Liu adalah "kecabulan". Beberapa harian yang dikontrol negara menyebut suatu bias Barat yang takut kebangkitan kekayaan dan kekuatan Cina. "Penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian buat 'pembangkang' Liu hanyalah ekspresi lain dari prasangka itu, dan di belakangnya sebuah teror yang luar biasa atas kebangkitan Cina dan model Cina," tulis Global Times, tabloid populer berbahasa Cina yang mengecam keputusan Nobel.

    Sementara itu, pengacara Liu, Shang Baojun, kepada Reuters kemarin menyatakan dia tak bisa mengontak istri peraih Nobel Perdamaian 2010 itu, Liu Xia. "Saya tak punya kabar langsung," ujar Shang di Beijing. "Dia mungkin di rumah dengan komunikasi yang diputus, di bawah pengawasan--dia menyebutnya tahanan rumah," ucap Shang, yang mengutip pesan-pesan yang beredar di Internet.

    Organisasi Pembela Hak Asasi Manusia di Cina yang berbasis di New York mengatakan Liu telah bilang kepada istrinya bahwa anugerah itu "buat jiwa-jiwa yang hilang pada 4 Juni", merujuk pada tragedi Tiananmen 1989.

    "Para agen keamanan negara tidak membolehkan Liu Xia mengontak media dan teman-temannya, dan dia telah bercerita bahwa jika dia ingin meninggalkan rumahnya, dia harus dikawal dalam sebuah mobil polisi," ujar kelompok itu. Kelompok-kelompok HAM juga melaporkan bahwa sejumlah aktivis dan pembangkang lain telah ditahan sejak anugerah itu diumumkan.

    Banyak penandatanganan petisi "Piagam 08" yang mendesak reformasi politik telah dibui, dikenai tahanan rumah atau disiksa, mungkin yang paling terkenal adalah Liu yang dihukum penjara 11 tahun mulai Natal tahun lalu.

    The China Daily, media utama corong pemerintah yang berbahasa Inggris, menegaskan, penghargaan itu "bagian dari plot untuk mempengaruhi Cina" dan mencampuri masalah dalam negeri. "Beberapa pihak mungkin mengharapkan suatu penghargaan akan berdampak mengubah dalam negeri Cina sesuai arah yang mereka inginkan."

    Liu memang menjadi duri dalam pemerintahan sejak 1989, ketika dia bergabung dengan para mahasiswa dan memprotes dengan mogok makan sebelum tentara menindas pergerakan prodemokrasi di Lapangan Tiananmen. Dia keluar-masuk tahanan sejak mengkampanyekan kebebasan berbicara dan liberalisasi politik. Raihan Liu disambut hangat di Amerika Serikat dan Eropa.

    Kedutaan Besar Norwegia di Cina kemarin menyatakan pembatalan sebuah pertemuan resmi di tengah ancaman dari Beijing bahwa penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian itu akan merusak hubungan keduanya. Juru bicara Kedutaan, Tone Aarvik, menyebut pertemuan dijadwalkan Rabu antara Menteri Perikanan Norwegia Lisbeth Berg-Hansen dan seorang Wakil Menteri Pertanian Cina. Dia tak menyebut siapa yang membatalkan atau apa penyebab pembatalan itu.

    Reuters | The Washington Post | Dwi Arjanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.