Parade Gay di Serbia Picu Kerusuhan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah gay melakukan unjuk rasa di Beograd, Serbia (10/10).  AP/Darko Vojinovic

    Sejumlah gay melakukan unjuk rasa di Beograd, Serbia (10/10). AP/Darko Vojinovic

    TEMPO Interaktif, Beograd - Sebuah parade yang mendukung hak-hak bagi kaum gay di Beograde, Serbia kemarin berujung kepada kerusuhan. Bentrokan ini meletus ketika para pengunjuk rasa anti-gay menyerang mereka yang melakukan parade. Para pengunjuk rasa ini menyerang kantor pusat partai yang berkuasa.

    Dalam kekerasan terburuk di ibu kota Serbia selama lebih dari dua tahun ini, lebih dari 110 polisi terluka dalam perlawanan dengan kelompok-kelompok nasionalis dan skinhead, dan salah satu dari 1.500 pengunjuk rasa dipukuli parah saat ia tiba di rumahnya di pinggiran kota.

    Ketika para pengunjuk rasa didorong oleh 5.000 polisi keluar dari wilayah parade, mereka beralih ke tempat lain. Mereka menerobos masuk ke lobi kantor televisi milik negara, menghancurkan jendela di kedutaan Austria dan membakar mobil di depan Kedutaan Besar Prancis.

    Petugas pemadam kebakaran juga memadamkan kobaran api di markas besar Partai Demokrat Presiden Boris Tadic dan tempat dari mitra koalisi mereka, Partai Sosialis.

    Menteri Pertahanan Dragan Sutanovac menyebutnya sebagai "hari yang sangat menyedihkan bagi Serbia" dan Tadic berjanji untuk membawa orang-orang di balik kekerasan tersebut ke pengadilan.

    "Serbia akan mengamankan hak asasi manusia untuk semua warga negara tanpa memperhatikan keragaman mereka. Tidak ada yang akan mentoleransi upaya untuk mengancam mereka," kata Tadic, yang seperti para pejabat pemerintah lainnya tidak menghadiri pawai ini.

    Bentrokan tersebut menyoroti intoleransi yang masih menyebar di masyarakat Serbia satu dekade setelah negara itu menggulingkan orang kuat Slobodan Milosevic, mengakhiri status paria yang memantapkannya selama perang Balkan tahun 1990-an.

    Parade pertama yang terjadi di Beograd dalam hampir satu dekade ini, telah dipandang sebagai ujian kesiapan Serbia untuk menjadi sebuah masyarakat yang lebih modern dan terbuka setelah bertahun-tahun terjadi konflik yang dipicu oleh kebencian etnis.

    Kekerasan ini terjadi hanya dua hari sebelum kunjungan yang direncanakan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

    REUTERS I MARIA C




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.