Presiden Sudan Cemas Konflik Membesar dengan Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Sudan Omar al-Bashir. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

    Presiden Sudan Omar al-Bashir. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

    TEMPO Interaktif, Khartoum -Presiden Sudan menuding mantan gerilyawan bagian selatan emoh memasuki satu kesepakatan damai dan memperingatkan terdapat risiko yang konflik akan meletup jika kedua belah pihak tidak duduk bersama atas berbagai sengketa sebelum digelarnya satu referendum.

    Presiden Sudan Omar Hassan al-Bashir, dalam laporan media pemerintah hari ini, menyatakan kecemasan atas naiknya perang kata-kata antara Khartoum dan bagian selatan yan didominasi Sudan People's Liberation Movement (SPLAM), lima tahun setelah kedua belah pihak sepakat mengakhiri satu dekade perang saudara dalam sebuah perjanjian pada 2005.

    “Dia (Bashir) memperingatkan bahwa kegagalan dalam penekanann isu-isu itu sebelum referendum akan membuat proses menjadi sebuah proyek atau sebuah sengketa baru antara utara dan selatan yang bisa lebih serius ketimbangs sengketa yang muncul sebelum penandatanganan Kesepakatan Perdamaian Komprehensih (perjanjian 2005),” tutur Suna, kantor berita pemeritnah. Laporan it dicetuskan dalam sebuah pidato di Sirte. Libya pada Sabtu pekan lalu.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.