Diduga Menyelundupkan Pencari Suaka, Warga Indonesia Diadili di Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Perth:Seorang warga Indonesia keturunan Ambon, Jacky Lerebulan, 19 tahun, diadili di Pengadilan Distrik Australia Bagian Barat, Jumat (30/8), waktu setempat. Dia dituduh menyelundupkan para pencari suaka politik yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah ke Australia. Di depan hakim, Jacky membantah semua tuduhan itu. Menurutnya, ia hanya ikut orang-orang Irak yang terdampar di Jakarta setelah menumpang kapal ke luar dari Ambon. "Saya tidak tahu saya akan pergi ke mana," katanya melalui seorang penerjemah seperti dikutip kantor berita AFP. Menurut Jacky, dia bersama dua orang Indonesia lainnya, Ganjang, 33 tahun, dan Geri Bebri Iraratu, 19 tahun, berlayar bersama warga Timur Tengah itu dan terdampar di Kepulauan Christmas, sebelah Utara Samudera Hindia. Jacky beralasanm ia meninggalkan Ambon karena konflik berdarah antara umat Islam dan Kristen. Jacky meninggalkan Ambon dengan menumpang kapal Oktober 2001. Namun, di Jakarta pun ia tak merasa aman. "Saya tahu Jakarta juga penuh dengan orang Muslim. Saya takut dibunuh," katanya. Setelah itu ia bertemu dengan orang-orang Timur Tengah yang hendak berlayar ke Australia. Sebelum sampai ke Australia, kapal yang mereka tumpangi karam. Insiden ini sempat menghebohkan media Asutralia dengan memuatnya sebagai headline karena pemerintah Australia menolak para pencari suaka itu. Media mengutipnya sebagai peristiwa besar karena warga Timur Tengah itu mengancam akan melemparkan anak-anak mereka ke laut jika tak diterima. Jika pengadilan menolak alasannya, Jacky dan kedua temannya itu terancam dipenjara 20 tahun dan diharuskan membayar denda US$ 11.000 atau Rp 107,8 juta pada kurs dolar Rp 9.800. Jacky juga membantah bahwa ia kru kapal yang membawa para pencari suaka itu. (Bagja Hidayat-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.