Sekjen PBB: Pengadilan Kasus Hariri Tak Boleh Berhenti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Mahmoud Tawil

    AP/Mahmoud Tawil

    TEMPO Interaktif, New York -Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon mengatakan sebuah pengadilan PBB yang didirikan tiga tahun lalu oleh Dewan Keamanan buat mengadili para tersangka pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafik al-Hariri pada 2005, akan terus maju meski ada kecemasan kekerasan.

    Dalam pernyataan kuat, Rabu waktu New York atau dinihari tadi, Ban bilang pengadilan berbasis di Belanda tak boleh mengewakan dan mendesak para pemain politik regional untuk tak campur tangan. “Saya ingin kejelasan dengan sempurna. Pengadilan ini independen, dengan sebuah mandat jelas dari Dewan Keamanan untuk mengungkap kebenaran dan mengakhiri kekebalan,” tegasnya kepada wartawan. “Saya desak semua pihak di Libanon dan kawasan tidak berprasangka atas hasilnya, tidak juga mencampuri kerja pengadilan. Itu akan jalan terus.”
    Pengadilan itu adalah pemerintah Libanon yang awalnya meminta pembentukan mahkamah PBB dan setuju membayar hampir separoh ongkosnya. Tapi angin politik telah berubah di Beirut.

    Perdana Menteri saat ini, Saad al-Hariri, putra Rafiq, telah memutuskan hubungan dengan Damaskus. Dalam perubahan haluan, dia mengatakan telah salah menuding Suriah dalam pembunuhan ayahnya dan bahwa tudingan-tudingan terhadap Damaskus dilatari motivasi politik.

    Namun pemerintah persatuan nasional yang rapuh di Libanon telah diguncang konflik atas penyelidikan PBB dengan retorika nada semakin sektarian.

    Menjawab pertanyaan jurnalis, Ban menolak saran PBB bisa bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan yang dihasilkan dari keptuusan pengadilan. “Perdamaian dan keamanan dan stabilitas politik di Libanon harus dipisahkan dari proses peradilan tersebut,” imbuhnya.

    Al Jazeera | AP | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.