Simpanse Perokok Mati di Usia 52 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, London - Seekor simpanse yang kecanduan rokok mati di usia 52 tahun atau 12 tahun lebih lama dari masa hidup mayoritas simpanse lainnya.

    'Charlie si Simpanse Perokok' dikenal dengan kebiasaannya merokok dengan cara meminta rokok dari pengunjung di sebuah kebon binatang di Afrika Selatan. Pihak kebon binatang mengumumkan, Rabu (6/10), simpanse tersebut mati di usia 52 tahun, ketika masa hidup simpanse lain hanya mencapai 40 tahun.

    Juru bicara Kebon Binatang Mangaung, Qondile Khedama, mengatakan Charlie jarang merokok. Tetapi kebiasaannya tersebut membuat Charlie terkenal di seantero dunia.

    Menurut Khedama, meski pengelola kebon binatang melarang Charlie merokok, Charlie biasa mendapat rokok dari para pengunjung. Biasanya, pengunjung melemparkan rokok dari luar kandang Charlie.

    Khedama mengatakan Charlie belum lama ini mendapat perawatan khusus, termasuk diet potein, vitamin, serta mineral. Khedama tidak bisa memastikan apakah kebiasaan Charlie merokok turut membuat Charlie mati. Pemeriksaan untuk menentukan penyebab kematian Charlie akan dilakukan segera.

    Charlie menyadari dia dilarang merokok. Karena itu, dia selalu bersembunyi saat merokok.

    Charlie diduga mulai merokok saat bekerja di sebuah sirkus Amerika Serikat. Spekulasi yang beredar menyebutkan Charlie diajarkan merokok sebagai hiburan kepada para pengunjung sirkus.

    TELEGRAPH| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.