Pengadilan Den Haag Tolak Tuntutan RMS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Wattilete

    John Wattilete

    TEMPO Interaktif, Amsterdam -Pengadilan Den Haag menolak tuntutan presiden Republik Maluku Selatan di pengasingan John Wattilete yang meminta pemerintah Belanda menangkap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Seperti dilaporkan radio Nederland, RMS mengajukan dua tuntutan. Pertama, meminta agar Perdana Menteri Belanda Balkenende menjawab surat serta melaksanakan tuntutan RMS. Surat itu berisi desakan agar Balkenende "memaksa" Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdialog dengan RMS. Selain itu mereka juga meminta agar Indonesia menghormati HAM.

    Yang tak kalah penting, jika dialog berlangsung, mereka akan menanyakan dimana makam presiden pertama RMS, Soumokil yang dieksekusi Soeharto pada tahun 1966 itu.

    Tuntutan kedua, RMS meminta agar pengadilan Den Haag memerintahkan penangkapan dan pemeriksaan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di pengadilan. Ini penting karena sebagai pemimpin tertinggi negara Indonesia, Yudhoyono bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Maluku.

    "Tuntutan tersebut kami tolak," kata juru bicara pengadilan Den Haag. Pengadilan kemudian memungut biaya gugatan kepada RMS.

    Sedangkan pengacara RMS Egbert Tahitu Tahu mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas putusan ini.

    REUTERS I DE VOLKSKRANT I PGR

    Baca Juga Berita Lainnya:

    Ikan Drakula dan Tokek Berlipstik Ditemukan

    Tiger Woods Peselingkuh Terburuk Abad Ini

    Babe Divonis Hukuman Penjara Seumur Hidup

    Gara-gara UFO, Bandara Ditutup

    Prasasti Abad 14 Ditemukan di Sungai Cikapundung



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.