Perkosa Ratusan Gadis Desa, Pimpinan Gerilyawan Kongo Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah masyarakat Kongo kembali harus mengungsi setelah bentrokan yang terjadi antara pemberontak dan pasukan pemerintahan di Kongo, (06/11). Bentrokan ini terjadi untuk yang kedua kalinya setelah Sabtu lalu.  FOTO: AP Photo/Jerome Delay

    Sejumlah masyarakat Kongo kembali harus mengungsi setelah bentrokan yang terjadi antara pemberontak dan pasukan pemerintahan di Kongo, (06/11). Bentrokan ini terjadi untuk yang kedua kalinya setelah Sabtu lalu. FOTO: AP Photo/Jerome Delay

    TEMPO Interaktif, Pasukan perdamaian PBB dan Anakatan Darat Kongo berhasil menangkap seorang pimpinan gerilyawan yang diduga sebagai pelaku perkosaan terhadap ratusan gadis desa.

    PBB mengatakan, Letnan Kolonel Mayele pimpinan pemberontak di Mai Mai Cheka ditangkap dalam operasi gabungan di Provinsi Kivu Utara.

    Sejak Juli hingga Agustus, sebanyak 300-500 perempuan menjadi korban perkosaan di Kongo timur. Pelaku kejahatan tersebut diduga adalah para pemberontak. Juru bicara PBB menyebutkan, Letnan Kolonel Mayele, kini ditahan di Provinsi Walikale kawasan yang dikuasai oleh militer Kongo.

    Menanggapi penangkapan Mayele, jelas pejabat PBB, untuk sementara kepemimpinan milisi di Mai Mai diambil alih oleh seorang deputi dari kelompok Cheka.

    Penangkapan gembong perkosaan itu disambut baik oleh perwakilan PBB Margot Wallstrom yang beberapa kali mengunjungi para korban. Menurutnya, operasi itu "Kemenangan untuk keadilan."

    Dalam laporannya, PBB menyebutkan pada periode Juli-Agustus, lembaganya telah menemukan bukti telah terjadi perkosaan yang menimpa 300-an orang terdiri dari kaum perempuan dan anak-anak di sekitar Luvungi, kawasan Walikale, berkali-kali selama empat hari. Kebiadaban tersebut dilakukan oleh 200 angkatan bersenjata pemberontak.

    Sementara itu, ada 214 kasus perkosaan yang belum terkonfirmasi masih dalam penyelidikan di Kongo timur. Laporan tersebut juga menyatakan lebih dari 1000 rumah dan tempat usaha dihancurkan.

    Menurut pengakuan korban perkosaan saat diwawancarai, mereka percaya penyerangan itu ditujukan untuk mengintimidasi penduduk lokal karena diangap telah mendukung pemerintah.

    Selama ini, pasukan PBB tak cukup mampu melindungi para korban karena peristiwa tersebut terjadi di kawasan yang jauh dari pangkalan pasukan perdamaian.

    Seorang dokter dari Korp Kesehatan Internasional, Dr Cris Baguma, mengatakan para pemberontak mendatangi korban secara baik-baik, selanjutnya usai mendapatkan makanan dari korban mereka melakukan perkosaan.

    "Sejumlah suami menyaksikan bagaimana istrinya diperkosa di depan matanya. Demikian juga anak-anak melihat ibunya diperkosa ramai-ramai. Kini, seluruh warga desa mengalami trauma," katanya kepada kantor berita Reuters.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.