Eropa Siaga Satu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang kereta api bawah laut Eurostar memadati Stasiun St Pancras, London, Selasa (22/12).  Jadwal keberangkatan kereta api dengan rute Inggris-Perancis-Inggris ini sempat tertunda selama tiga hari akibat badai salju. REUTERS/Andrew Winning

    Calon penumpang kereta api bawah laut Eurostar memadati Stasiun St Pancras, London, Selasa (22/12). Jadwal keberangkatan kereta api dengan rute Inggris-Perancis-Inggris ini sempat tertunda selama tiga hari akibat badai salju. REUTERS/Andrew Winning

    TEMPO Interaktif, London -Prajurit Prancis sibuk berpatroli di lokasi-lokasi wisata di Paris. Begitupun di stasiun kereta Gare du Nord, juga di Paris. 

    Patroli serupa digelar polisi Inggris di stasiun kereta api di London. Di Swedia, polisi ditemani anjing pelacak memeriksa kantor-kantor pemerintah. Jerman pun melakukan hal sama. 

    "Negara kami sedang menghadapi risiko serangan teroris serius oleh kelompok radikal Islam," kata Menteri Dalam Negeri Prancis Brice Hortefeux kemarin. Eropa kini memang sedang "siaga satu". 

    Inggris malah sudah menaikkan kondisi keamanan dari "biasa" menjadi "tinggi". "Serangan teroris hanya soal waktu," kata Direktur Dinas Intelijen Inggris MI5 Jonathan Evans. 

    Menurut Evans, MI5 mengendus adanya ancaman serangan teror dari para pembangkang Somalia, Yaman, dan Irlandia Utara. Evans tak berlebihan. Sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di luar sebuah pusat belanja di Londonderry, Irlandia Utara. Ledakan itu menimbulkan kerusakan parah namun tak ada korban.

    "Kekerasan bisa menyebar ke kota-kota di Inggris," ujar Evans. "Olimpiade London pada 2012 merupakan target penting bagi teroris." Para pejabat intelijen Barat pekan lalu mengatakan mereka menemukan rencana kelompok militan terkait Al-Qaidah yang berbasis di Pakistan melakukan serangan teror di kota-kota di Inggris, Prancis, dan Jerman.

    Lantaran itulah Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah negara lainnya memperingatkan warganya dan wisatawan akan kemungkinan ancaman terorisme yang tinggi di sejumlah negara di Eropa. "Sepertinya ini aksi balas dendam atas serangan Amerika dan Inggris kepada Taliban," kata bekas anggota Dinas Rahasia Amerika Serikat CIA Robert Baer. 

    Hal hampir senada diungkapkan bos badan intelijen nasional Amerika. "Kami tahu Al-Qaidah hendak menyerang Eropa dan Amerika Serikat," kata Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat James Clapper seperti dikutip harian The Washington Post. Serangan itu disebut-sebut serupa dengan serangan ke Mumbai pada 2008. l AP | 

    RTL | REUTERS | GUARDIAN | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.