Presiden Benigno Aquino Puas 100 Hari Pemerintahannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina terpilih Benigno Aquino III. AP Photo/Bullit Marquez

    Presiden Filipina terpilih Benigno Aquino III. AP Photo/Bullit Marquez

    TEMPO Interaktif, Manila - Presiden Benigno "Noynoy" Aquino III merasa senang dengan telah berjalannya 100 hari pertama pemerintahannya dengan mulus.

    "Jika ada sesuatu yang bisa dibanggakan, itu sikap masyarakat yang baru dan positif terhadap pemerintah," kata Juru bicara Kepresidenan Edwin Lacierda dalam sebuah konferensi pers di Manila, Senin (4/10).

    Dia mengatakan pemerintahan Aquino berada di jalur yang benar dengan menjalankan proyek-proyek yang telah dijanjikannya untuk 100 hari pertama dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

    Pada 8 Oktober depan menandai berjalannya 100 hari pemerintahan anak mantan Presiden Filipina, Corazon “Cory" Aquino ini.

    Sejauh ini, di usia pemerintahan yang relatif muda, berhasil selamat dari sejumlah kontroversi yang belakangan ini mencuat, termasuk masalah krisis sandera Manila dan skandal Jueteng. Namun tidak semua orang senang dengan pemerintah.

    Dalam sebuah pernyataan, kelompok kiri Bagong Alyansang Makabayan mengatakan Aquino tidak baik membuat tawaran untuk pertanggungjawaban atas ketidakadilan pemerintahan sebelumnya, mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo.

    Sedangkan bekas Uskup Agung Lingayen-Dagupan Mgr Oscar Cruz, memberikan nilai "C" kepada pemerintahan saat ini.

    Namun, Lacierda mengatakan kritikan seharusnya juga melihat prestasi yang telah diraih Aquino dalam 100 hari pemerintahannya.

    Lacierda menambahkan, pemerintah lebih mengharapkan perubahan positif di masa depan, termasuk antara lain soal keberhasilan dalam penganggaran dan pengajuan kasus penyelundup serta wajib pajak ke muka hukum.

    ABS-CBN l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.