Militan Taliban Bertekad Menyerang Nato Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanker minyak untuk pasukan NATO di Afghanistan dilalap api setelah serangan yang di duga dilakukan kelompok militan, dekat Peshawar, Pakistan (13/4). Api juga menghancurkan truk lainnya. AP/Mohammad Sajjad

    Tanker minyak untuk pasukan NATO di Afghanistan dilalap api setelah serangan yang di duga dilakukan kelompok militan, dekat Peshawar, Pakistan (13/4). Api juga menghancurkan truk lainnya. AP/Mohammad Sajjad

    TEMPO Interaktif, Islamabad - Taliban Pakistan siang tadi menyerukan akan melakukan serngan lagi atas konvoi truk tangki yang menyalurkan bahan bakar ke tentara NATO di Afganistan. Satu gerakan permulaan untuk memotong rute vital penyaluran dan lebih jauh mengganggu hubungan Islamabad dengan Washington.

    Marah oleh serangan berulang-ulang oleh sejumlah helikopter NATO pada target militan di wilayah perbatasannya, Pakistan memblokir sebuah rute pasokan untuk pasukan NATO di Afghanistan setelah serangan menewaskan tiga tentara Pakistan minggu terakhir di wilayah barat Kurram.

    Penyerangan dan penutupan pasokan jalan, sekarang di hari kelima, telah meningkatkan ketegangan antara Amerika dan Pakistan, yang aliansinya selama ini sering tidak nyaman.

    Pejabat senior polisi Mirwaiz Niaz menjelaskan sedikintya selusin pria bersenjata menembaki truk-truk tangki di luar Islamabad pada Ahad malam kemarin, menewaskan tiga pengawal. Mereka lalu membakar 13 kendaraan. Militan Taliban mengkalim bertanggunjawab atas serangan tersebut.

    Sebelumnya CIA telah meningkatkan serangan pesawat tak berawak terhadap militan terkait al Qaidah di barat laut Pakistan, dengan 21 kali serangan pada September saja. Angka itu tertinggi dalam satu bulan selama tahun ini.

    Korban-korban sipil akibat serangan misil pesawat tak berpilot telah memicu amarah banyak warga Pakistan dan mempersulit pemerintah untuk bekerjasama dengan Amerika Serikat.

    Reuters | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.