Eropa Melihat Asia Sebagai Kesempatan dan Ancaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala negara-negara Eropa berfoto bersama saat Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Eropa di markas besar Dewan Eropa di Brussels,  (12/12). ANTARA AFP/Dominique Faget

    Kepala negara-negara Eropa berfoto bersama saat Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Eropa di markas besar Dewan Eropa di Brussels, (12/12). ANTARA AFP/Dominique Faget

    TEMPO Interaktif, Brussels - Eropa sering melihat Asia sebagai ancaman sekaligus kesempatan, dan perspektif ini menciptakan karakterisasi hubungan antara dua benua seiring krisis ekonomi global masih terasa. Demikian hari ini disebutkan para pembela anti kemiskinan dunia pada Eighth Asia-Europe People's Forum (AEPF-8) di Brussels, Belgia.

    "Dengan Asia muncul maju memasuki dunia multi kutub, Eropa mau tak mau harus menoleh Asia. Para pemimpin Uni Eropa melihat Asia baik sebagai ancaman maupun kesempatan," ujar John Hilary, Direktur Eksekutif War on War yang berbasis di London, pada sidang pertama AEPF-8.

    Dari pandangan Uni Eropa, Aisa menawarkan tak hanya pasar yang gemuk dan sumber daya material, itu juga menjadi suatu kompetisi utama untuk keberadaan pasar dan sumber-sumber daya alam dunia. Hilary menyebut, hal itu mengapa Uni Eropa melihat sidang Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Asia-Eropa (Asem) pekan ini sebagai satu arena buat Eropa merangkul Asia.

    Dia bilang agenda Eropa Global, dilansir oleh Komisi Eropa beberapa tahun lampau, memerinci rencana untuk menggerakan kesempatan-kesempatan baru buat perusahaan-perusahaan Eropa di Asia sehingga mereka dapat memiliki akses ke sumber-sumber daya alam kawasan dan kontrak-kontrak pemerintah, dengan lalu lintas kapital Eropa yang bebas pembatasan.

    Pada sidang utama pertama AEPF-8, Marica Frangakis dari Attac Greece bilang paralel dengan forum para pemimpin dalam Asem akan berfokus pada "krisis dari krisis". Dia bilang para pemimpin Eropa mengakui bahwa terdapat suatu "migrasi krisis" yang datang memukul Eropa, imbas pertama di Islandia dan Yunan, dan kemudian Irlandia.

    Inquirer.net | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.