Presiden Srilanka Umumkan Keadaan Darurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Colombo: Presiden Srilanka, Kumaratunga, mengumumkan negara dalam keadaan daruat. Pengumuman itu terjadi sehari setelah dia memecat tiga menteri, memberhentikan parlemen, dan menyiagakan pasukan di jalan-jalan, Rabu (5/11).

    Presiden menuduh pemerintah terlalu banyak membuat kesepakatan dengan gerakan pemberontak Tamil. Tapi dia mengatakan bahwa gencatan senjata dengan para pemberontak tersebut yang mengakhiri masa perang sipil selama 20 tahun-- tidak akan mengalami perubahan.

    Keterangan rinci mengenai keadaan darurat belum diketahui, tapi keadaan darurat yang pernah terjadi sebelumnya memberikan kewenangan yang penuh untuk mengontrol media dan kewenangan yang besar dalam pencarian dan penangkapan, khususnya terhadap kelompok minoritas Macan Tamil.

    Anna Horsbrugh Porter, melaporkan dari Colombo, ibu kota Srilanka, sebagian besar daerah masih terkejut dengan peristiwa yang terjadi pada Selasa lalu.

    Presiden bersama Perdana Menteri, Ranil Wickramasinghe, meninggalkan Srilanka untuk menemui Presiden Amerika Serikat, George W. Bush di Washington, Rabu (5/11). Anna mengatakan, Kumaratunga tampaknya berusaha bergerak cepat saat pemerintah sedang tidak mempunyai pemimpin.

    BBC News/Rheny Wahyuni - Tempo News Room


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.