Kepala Staf Gedung Putih Mengundurkan Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama dan Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel (2/10). AP/Susan Walsh

    Barack Obama dan Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel (2/10). AP/Susan Walsh

    TEMPO Interaktif, Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel mengundurkan diri dari jabatannya. Emanuel berencana mencalonkan diri sebagai walikota Chicago. 

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan sendiri pengunduran diri Emanuel. Obama mengatakan ini merupakan saat menggembirakan dan memilukan bagi Gedung Putih.

    Pete Rouse, yang dulu merupakan kepala staf Obama di Senat, akan menjadi pengganti sementara. Presiden Amerika menggambarkan Emanuel sebagai "orang langka". 

    "Kita tidak bisa mencapai seperti hari ini tanpa kepemimpinan Rahm," kata Obama. Rahm Emanuel dinilai sebagai motor penggerak Presiden Barack Obama selama ini.

    Posisi kepala staf dianggap sebagai salah satu jabatan paling berpengaruh di Gedung Putih dan sebelum pengumuman Obama ini para penasehat Obama mengatakan kepergian Emanuel akan merugikan pemerintahan Obama.

    Dalam jumpa pers yang emosional di Gedung Putih, Emanuel yang berusia 50 tahun, mengatakan dia menyadari telah mendorong semua stafterlalu keras. "Tetapi saya melakukan untuk kepentingan presiden dan saya yakin seluruh negeri ini menjadi semakin baik karena itu," katanya. 

    Emanuel -yang berasal dari Chicago selama enam tahun menjadi anggota Kongres mewakili daerah pemilihan 5 Illinois- akan mencalonkan diri sebagai pengganti walikota Chicago Richard M Daley.

    Daley mengumumkan pengunduran diri tanggal 7 September lalu setelah memegang jabatan itu sejak tahun 1989.

    Dalam beberapa minggu terakhir sejumlah pejabat penting Gedung Putih mengumumkan pengunduran diri mereka, antara lain direktur anggaran Peter Orszag dan pakar ekonomi Lawrence Summers yang akan mundur dari jabatan direktur Dewan Ekonomi Nasional pada akhir tahun.

    BBC I PGR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.