Bunuh Diri Setelah Video Homonya Tersiar di Internet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyler Clementi, Mahasiswa homo yang bunuh diri (guardian.co.uk)

    Tyler Clementi, Mahasiswa homo yang bunuh diri (guardian.co.uk)

    TEMPO Interaktif, Tak tahan menanggung malu, seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di New Jersey, Amerika Serikat, bunuh diri karena aktivitas seksnya bersama pria tersiar di internet setelah diambil diam-diam oleh dua mahasiswa.

    Mahasiswa tersebut adalah Tyler Clementi. Pemain biola ini merupakan pemuda homo, acapkali mendatangai kamar pasangannya Dharun Ravi dan Molly Wei di asrama mahasiswa. Kehadiran pria berusia 18 tahun itu, bahkan perbuatan mesum dengan pasangan homonya, diam-diam direkam oleh rekannya.

    Sialnya, rekaman dengan webcam itu disebarluaskan ke sejumlah televisi dan internet sehingga tersiar di mana-mana. Akibat sebaran adegan gay itu, Clementi nekat mengakhiri hidup karena tak tahan malu.

    "Maaf aku melompat dari jembatan George Washington," tulisnya di facebook, 10 menit menjelang ajal.

    Kematiannya diketahui ketika dompet Tyler Clementi ditemukan di atas jembatan George Washington, 22 September, setelah dua saksi mata melihatnya melompat ke sungai dari jembatan. Demikian keterangan pihak berwenang kepada kantor berita AP. Tak lama kemudian mayat Clementi ditemukan.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dua mahasiswa perekam didakwa telah melanggar privasi karena secara diam-diam memfilmkan adegan gay Clementi.

    "Tyler adalah pemuda baik dan menyukai musik. Keluarganya sangat sedih," kata Paul Mainardi, pengacara keluarga mendiang. Mayat pemain biola ini ditemukan di Sungai Hudson, Kamis. Lebih dari 15 ribu orang memberikan penghormatan atas kematian Clementi melalui Facebook Group.

    BBC | GUARDIAN | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.