Cina Bebaskan Tiga Warga Jepang, Seorang Masih Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seiji Maehara. AP/Kyodo News

    Seiji Maehara. AP/Kyodo News

    TEMPO Interaktif, Beijing - Hubungan Cina-Jepang masih memanas. Negeri Tirai Bambu, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, Kamis, telah membebaskan tiga warga Jepang namun masih menahan seorang lagi.

    Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara meminta agar sisa warganya yang ditahan dibebaskan secepat mungkin.

    Pembebasan tiga karyawan Fuji Corp ini menyusul dakwaan Cina terhadap ketiganya memasuki kawasan militer yang terlarang. "Ketiganya melanggar hukum dan melakukan kesalahan," lapor Xinhua.

    Dalam laporannya, Xinhua, tak memberikan informasi rinci tentang status warga negara Sada Takahashi, apakah warga Jepang atau Cina.

    Karyawan Fujita tersebut ditahan di timur laut Provinsi Hebei pekan lalu, setelah Jepang menahan kapten kapal nelayan Cina karena dituduh memasuki kawasan teritorinya.

    Mereka berada di Cina untuk pekerjaan proyek senjata kimia yang ditinggalkan militer Jepang pada masa Perang Dunia II. Pekan lalu, Jepang telah membebaskan kapten kapal Cina, namun demikian hubungan kedua negara masih tegang.

    Ketegangan itu bermula dari penangkapan kapten kapal nelayan Cina oleh pasukan pengawal pantai Jepang. Cina bersikeras bahwa nelayan tersebut sah mencari ikan di kawasan yang disebutnya Diaoyu, sebaliknya Jepang menyebut daerah laut itu Senkaku.

    Dampak ketegangan tersebut, Cina membatalkan pertemuan diplomatik dan kunjungan mahasiswa sebagai protes atas penangkapan kapten kapal. Untuk menurunkan tensi, Menteri Pertahanan Jepang Toshimi Kitazawa merencanakan bertemu dengan sejawat dari Cina di Vietnam bulan depan, demikian keterangan kantor berita Kyodo, mengutip sumber pemerintah.


    REUTERS | CHOIRUL

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.