Bocorkan Rahasia Negara, Bos Perusahaan Cina dihukum 20 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang resepsionis menjawab telepon di kantor Tinto Riot di Shanghai, Cina. AP Photo/Ng han Guan.

    Seorang resepsionis menjawab telepon di kantor Tinto Riot di Shanghai, Cina. AP Photo/Ng han Guan.

    TEMPO Interaktif, Beijing -Seorang presiden sebuah perusahaan negara Cina dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun terakit tuduhan pembocoran rahasia anegara dalam sebuah penawaran reaktor nuklir asing. Demikian disebutkan dua sumber yang mengetahui kasus atersebut.

    Hukuman yang keras buat Jiang Xinsheng datang lima bulan setelah sebuah pengadilan di Shanghai mengirim seorang warga kelahiran Cina berkebangsaan Australia yang mengepalai operasi tambang bijih besi Rio Tinto di Cina dan tiga kolega Cina-nya dijebloskan ke penjara antara 7 hingga 14 tahun karena mencuri rahasia-rahasia komersial dan disogok.

    Kasus Rio, seperti juga sengketa Google dan Cina terkait sensor internet dan komplain-komplain hacking, telah memicu kekhawatiran para investor tentang risiko melakukan bisnis di Cina, ekonomi terbesar kedua dunia, akibat beberapa tindakan.

    Menurut majalah Caijing edisi terbaru, Jiang didakwa menyebarkan informasi ke France Areva, sebuah perusahaan pembangun reaktor nuklir terbesar di dunia, sekitar program nuklir Cina pada 2004. Ketika ditanya soal itu, seorang juru bicara Areva di Prancis bilang, “Areva berpendapat bahwat tidak ada dasar atas tuduhan tersebut.”

    Beijing belum menuduh Areva dari melakukan kejahatan.

    Sebuah pengadilan di Beijing menyatakan bersalah dan menghukum Jiang, seorang bekas bos China National Technical Impor and Export Corp, yang telah membangun pembangkit listrik, bulan lalu atas tuduhan pembocoran rahasia negara dan menelima sogokan, demikian dua sumber kepada Reuters. Keduanya meminta namanya disebut anonim karena sensitifnya kasus ini. Seorang pejabat pengadilan, yang dihubungi lewat telepon hari ini menolak berkomentar.

    Reuters | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.