Kaum Nudis dan Swinger Ramaikan Kota Bugil di Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perempuan demo telanjang dada menuntut kesetaraan Gender di Farmington, Maine, (30/4)

    Sejumlah perempuan demo telanjang dada menuntut kesetaraan Gender di Farmington, Maine, (30/4)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketegangan di kota Cap d'Agde, yang dikenal sebagai Kota Bugil di Prancis kini mulai meningkat. Itu terjadi sejak populasi kaum nudis dan swinger (orang yang gemar bertukar pasangan seks) meningkat penduduk lokal mulai mengeluhkan hotel-hotel di kota itu yang dikuasai oleh hotel cabul dan memanjakan orang yang gemar telanjang. Demikian laporan dari Independen.

    Penduduk lokal menyalahkan Libertini, kelompok swingger yang turun di kota itu dalam beberapa tahun terakhir. Libertini dianggap bertanggungjawab atas meningkatnya perilaku eksibisionis di kota itu.

    Florence Denebeste, seorang anggota legislatif setempat, mengeluhkan hal tersebut. "Saat matahari terbit, ada sebuah wilayah di Cap d'agde yang berubah menjadi Ibu Kota seks bebas  Eropa," katanya seperti dikutip Telegraph.

    Wanita tersebut meminta walikota setempat segera turun tangan terhadap apa yang dia sebut "ledakan kaum Libertini di wilayah non nudis" di kota itu.

    Bahkan, kaum nudis tradisional mendukung langkah itu. Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa mereka telah pindah dari daerah itu karena mereka menginginkan "kehidupan yang alami". Kini yang ada di kota itu, kata dia, "seperti hidup dikelilingi binatang liar."

    Walikota setempat mengatakan dia memahami keluhan tersebut. Dia mengaku sudah menjaga agar dua kelompok itu tetap terpisah.

    Dua tahun lalu, masyarakat setempat marah, menyerang, dan membakar hotel yang digunakan untuk pesta kaum pecinta swinger.

    INDEPENDENT | TELEGRAPH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.