Ilmuwan Pakistan Dihukum 86 Tahun Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk bergambar Aafia Siddiqui yang diusung para pengunjuk rasa di Karachi, Pakistan (23/9). AP/Shakil Adil

    Spanduk bergambar Aafia Siddiqui yang diusung para pengunjuk rasa di Karachi, Pakistan (23/9). AP/Shakil Adil

    TEMPO Interaktif, Aafia Siddiqui, ilmuwan Pakistan dinyatakan terbukti berusaha membunuh personel militer Amerika. Hakim Amerika menghukum pakar syaraf ini 86 tahun penjara.

    Siddiqui ditangkap pada Juli 2008 atas kepemilikan sodium sianida. Ia dituduh berniat menyerang Amerika. Siddiqui pun diinterogasi pejabat Amerika di Afghanistan. Saat sedang diinterogasi dia merenggut sepucuk senapan dan melepaskan tembakan, sambil berpekik ''matilah Amerika''.

    Jaksa penuntut New York menyebut dia simpatisan al-Qaida dan menuntut dia dihukum seumur hidup. Jaksa menggunakan catatan yang dia bawa ketika ditahan, termasuk catatan petunjuk membuat bahan peledak dan daftar tempat-tempat penting di New York City, sebagai bukti bahwa dia mungkin teroris berbahaya.

    Dia juga dikatakan membawa bahan beracun sodium sianida ketika ditahan polisi Afghanistan Juli 2008.

    Siddiqui adalah pakar syaraf yang pernah belajar di salah satu lembaga pendidikan terkemuka AS, Massachusetts Institute of Technology, sebelum menikah dengan kerabat salah tertuduh dalang serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed dan memilih pulang ke Pakistan.

    Kasus yang menimpa Aafia Siddiqui menarik perhatian kelompok pembela HAM di tengah tudingan dari keluarganya bahwa dia telah disiksa. Siddiqui, 38 tahun, tetap lantang bersuara selama diadili dan akibatnya dia beberapa kali diusir dari ruang sidang.

    Dalam pernyataan di pengadilan hari Kamis kemarin dia membantah tuduhan bahwa dia telah disiksa selagai berada dalam sel tahanan di Amerika. ''Itu mitos dan kebohongan dan itu disebarkan di tengah-tengah umat Islam,'' kata dia.

    ''Saya tidak menghendaki pertumpahan darah. Saya tidak menginginkan kesalahfahaman. Saya benar-benar menghendaki perdamaian dan mengakhiri peperangan,'' ujarnya.

    BBC I REUTERS I PGR 






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.