Enam Pria di Inggris Ditangkap Atas Tuduhan Bakar Al Quran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO Interaktif, London - Kepolisian Inggris menangkap enam pria atas dugaan memicu kemarahan bernuansa agama setelah keenam pria tersebut mengunggah ke internet sebuah video yang menunjukkan mereka membakar dua AlQuran pada 11 September lalu.

    Geng pria tersebut membakar Al Quran pada peringatan serangan 11 September 2001. Mereka membakar di halaman belakang sebuah pub. Dalam video yang diunggah ke YouTube, terlihat mereka menggunakan penutup mulut bahkan ada yang memakai penutup muka untuk menyembunyikan muka mereka.

    Di video tersebut, mereka terlihat mengelilingi sebuah Al Quran di halaman belakang sebuah pub, The Bugle, di Gateshead. Mereka sempat menunjukkan kitab suci umat Muslim tersebut ke kamera sebelum menyiramnya dengan bensin dari sebuah kaleng warna merah dan membakarnya.

    Kepolisian Northumbria mengatakan para pria tersebut mengajukan jaminan sehingga dibebaskan. Mereka akan diadili atas tindakan mereka di Kota Gateshead di sebelah utara Inggris.

    Penangkapan tersebut diumumkan Kamis (23/9). Polisi mengatakan dua orang ditangkap pada 15 September dan empat lainnya pada 22 September. Polisi tidak menjelaskan berapa uang jaminan yang dibayarkan keenam pria tersebut.

    Penangkapan itu dilakukan setelah terjadi kontroversi saat seorang pendeta di Florida, Amerika Serikat, mencanangkan Hari Pembakaran Al Quran untuk peringatan serangan teroris pada 11 September 2001.

    Para pejabat Kota Gateshead mengatakan, Kamis (23/9), tindakan keenam pria tersebut tidak mencerminkan nilai yang dianut masyarakat Gateshead.

    AP| DAILYMAIL| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.