Obama dan Militer Amerika Serikat Tak Sejalan Masalah Afganistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama. AP/Susan Walsh

    Barack Obama. AP/Susan Walsh

    TEMPO Interaktif, Washinghton - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dikabarkan tidak sejalan dengan barisan jenderalnya tentang kebijakan mereka di Afganistan. Dalam buku Obawa's Wars, dia dikabarkan menolak menambah pasukan di Afganistan, sementara militer tidak memberi opsi lain selain menambah ribuan prajurit baru.

    Buku yang ditulis Bob Woodward, wartawan The Washington Post yang menulis skandal Watergate dan menjatuhkan Presiden Nixon pada 1974, itu menyebutkan Obama menulis sendiri exit strategy dari Perang Afganistan sebanyak enam halaman.

    Seperti diwartakan Telegraph, Kamis (23/8), nota itu menginstruksikan pengurangan keterlibatan AS di Negeri Mullah. "Semua yang kita lakukan harus berfokus pada bagaimana cara mengurangi jejak kaki kita di sana," kata Obama dalam suatu pertemuan.

    Namun militer, yang dipimpin Panglima Tertinggi AS di Afganistan, Jenderal David Patraeus, malah mendesak presiden untuk mengirim 40 ribu pasukan tambahan. Menurut Woodward, perpecahan itu terjadi sejak tahun lalu.

    Dia menulis Obama mengatakan ke Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Sekretaris Pertahanan Robert Gates, pada Oktober 2009, bahwa dia menolak menempatkan pasukan untuk jangka panjang. "Saya tidak akan melakukannya untuk 10 tahun, saya tidak mau menghabiskan triliunan dolar untuk itu."

    Di pertemuan lain, Obama mengatakan tenggat penarikan pasukan pada 2011 wajib terlaksana. Alasannya, seperti ditulis Woodward, dia tidak dapat kehilangan seluruh Partai Demokrat.

    Ketidakcocokan pendapat ini digambarkan gamblang oleh Woodward. Dalam suatu sesi Obama mengatakan bingung kenapa mereka masih terus membahas masalah itu. "Bagi saya, ini sudah selesai," katanya.

    Sementara Jenderal Patraeus dikabarkan merasa dihalangi oleh lingkaran dalam Obama. Dia menuding David Axelrod, satu pembantu senior presiden, sebagai spin doctor alias tukang propaganda. Dalam sebuah penerbangan pada Mei 2009, sang jenderal mengatakan kepada staf bahwa pemerintahan Obama "bersama orang yang salah."

    Gedung Putih tidak menolak tudingan Woodward. "Debat dalam buku itu sudah banyak yang tahu," ujar seorang pejabat Gedung Putih.

    TELEGRAPH | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.