Al Qaida Makin Fokus Rekrut Warga AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Pemimpin Tertinggi Al-Qaidah Ayman al-Zawahiri. Foto: eramuslim.com

    Wakil Pemimpin Tertinggi Al-Qaidah Ayman al-Zawahiri. Foto: eramuslim.com

    TEMPO Interaktif, Pejabat anti terorisme Amerika Serikat memperingatkan bahwa Al Qaida semakin memfokuskan diri untuk merekrut orang Barat guna melancarkan serangan. Menurut Pusat Anti Terorisme Nasional, rencana dari dalam negeri Amerika Serikat ini telah mencapai tingkat tertinggi sejak serangan sebelas September. 

    Perubahan dalam strategi itu dilakukan karena Al Qaida kehilangan dukungan di basis tradisionalnya di Pakistan. Pengkajian terbaru mengenai perubahan strategi Al Qaida ini disampaikan ke Komite Keamanan Dalam Negeri, Senat Amerika.

    Direktur FBI Robert Mueller mengatakan, pihaknya melihat ancaman yang makin bertambah dari dalam negeri. "Misalnya tahun lalu untuk pertama kalinya sejak serangan sebelas September Al Qaida berhasil melatih dan mengirimkan agennya ke Amerika Serikat untuk melakukan sebuah serangan," katanya.

    "Agen tersebut adalah Najibulla Zazi, seorang warga negara tetap Amerika Serikat yang merencanakan serangan ke jalur kereta bawah tanah New York," kata Mueller.

    Meskipun adanya spekulasi bahwa sejumlah orang yang direkrut dari dalam negeri karena pengaruh Al Qaida secara langsung, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Jante Napolitano mengatakan ada pula yang hanya mengikuti mereka.

    "Sementara Al Qaida masih merupakan ancaman terhadap Amerika Serikat, Al Qaida juga menginspirasi kelompok-kelompok teroris pendukungnya," katanya.

    Komite juga mendengarkan perluasan Al Qaida melebihi basis tradisionalnya karena kemungkinan kehilangan dukungan di Pakistan.

    Michael Leiter, Direktur Pusat Anti Terorisme mengklaim Al Qaida memiliki titik terlemah di Pakistan secara organisasi. Namun dia memperingatkan Al Qaida masih mampu dan musuh yang masih kuat.
     
    BBC I PGR  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.