Paus Benediktus XVI Minta Maaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/ Alessandra Tarantino

    AP Photo/ Alessandra Tarantino

    TEMPO Interaktif, London -Di tengah gelombang protes, Paus Benediktus XVI menemui korban pelecehan seksual pastor gereja katolik Roma di London kemarin. Paus Benediktus mengucapkan permohonan maaf yang mendalam bagi para korban.

    Dalam pertemuan tertutup itu, Paus Benediktus XVI mengatakan kasus pelecehan seksual pedofilia yang dilakukan para pastor sangat memalukan dan menghina dirinya serta Gereja Katolik.  

    "Setelah bertemu para korban, dia menyatakan kesedihan mendalam dan rasa malu atas penderitaan yang dialami korban dan keluarganya," kata pernyataan resmi Vatikan setelah Paus bertemu lima korban pelecehan.

    Paus juga berdoa dengan mereka dan meyakinkan mereka bahwa Gereja Katolik terus menerapkan langkah-langkah efektif untuk melindungi umatnya. Mereka juga akan bekerjasama dengan otoritas sipil untuk menyelidiki tuduhan atas kejahatan yang mengerikan itu.

    Ketika pertemuan berlangsung, sekitar 10.000 demonstran melakukan unjuk rasa di jalan-jalan kota London. Mereka memprotes soal pelecehan seksual yang dilakukan pastor.

    Mereka meneriakkan yel-yel sambil membawa spanduk "Benedict's homophobia costs live" atau "Benediktus homophobia telah menelan korban" serta spanduk bertulisan "Protect the Children - Demote the Pope" atau "Lindungi Anak-anak, turunkan Paus."

    Demonstrasi ini adalah aksi unjuk rasa terbesar dalam kunjungan Paus selama empat hari di Inggris. Paus akan mengakhiri kunjungannya hari ini setelah mendatangi kota Birmingham.

    Kunjungan Paus terakhir ke Inggris adalah pada 1982, saat Paus Yohanes Paulus II datang. Gereja Katolik saat ini diguncang oleh serangkaian pelecehan seksual anak-anak serta penutupan kasus atas laporan di Boston, Amerika Serikat, dan Belgia pekan ini.

    Paus Benediktus dikritik atas respons terhadap krisis, dan sejumlah skandal para pastor tampaknya telah mengikis antusiasme atas lawatannya ini. Ada juga penentangan yang kuat atas garis keras Benediktus terhadap homoseksualitas, aborsi, dan penggunaan kondom untuk mencegah meluasnya AIDS.

    REUTERS I PGR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.