Konvoi Kaus Merah Menuju Thailand Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstrasi massa anti pemerintahan Thailand atau yang dikenal dengan  massa kaus merah di Bangkok.  REUTERS/Eric Gaillard

    Demonstrasi massa anti pemerintahan Thailand atau yang dikenal dengan massa kaus merah di Bangkok. REUTERS/Eric Gaillard

    TEMPO Interaktif, Bangkok - Sebuah konvoi kendaraan dari kelompok Kaus Merah hari ini bergerak menuju bagian utara Thailand untuk menyiapkan reli menandai empat tahun sejak kudeta tak berdarah yang menjungkalkah mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

    Konvoi itu terdiri dari 80 mobil, termasuk van, truk pick up keluar dari Ibukota Bangkok bersama 200 anggota gerakan anti pemerintah menuju ke Chiang Mai. Demikian disebutkan seorang pemimpin protes siang tadi.

    Mereka berkumpul di Chiang Mai, bekas wilayah yang dikuasai Thaksin yang kini buron, untuk reli besar besok menandai peringatan kudeta tak berdarah pada 2006.

    Kaus Merah juga berencana menggelar kumpul-kumpul besok di perempatan Ratchaprasong, Bangkok, yang menjadi pusat protes mereka pada April-Mei lalu. Kala itu, demonstrasi berdarah menimbulkan korban tewas 91 orang dan hampur 1900 orang terluka. Mereka besok akan meluncurkan 10 ribu balon.

    Somyot Prueksakasemsuk, salah satu pemimpin faksi Kaus Merah, menyebut reli akan mendesak pemerintah untuk membebaskan semua tahanan politik, reformasi kehakiman dengan diperkenalkaannya sistem juri, sebagaimana langkah-langkah ekonomi.

    “Tuntutan pertama kami adalah pembebasan semua tahanan politik,” ujar Somyot yang memperkirakan 10 ribu demonstran akan bergabung di Chiang Mai. Ditambahkannya beberapa pemimpin Kaus Merah, masih diburu polisi terkait demo berdarah April-Mei lalu, bakal tampil memberikan pidato dari tempat persembunyian mereka.

    The Straits Times | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.