Kuba Pecat Sejuta Pegawai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pegawai pemerintah Kuba berbaris untuk masuk ke bus setelah bekerja di Old Havana, Kuba. AP/Javier Galeano

    Sejumlah pegawai pemerintah Kuba berbaris untuk masuk ke bus setelah bekerja di Old Havana, Kuba. AP/Javier Galeano

    TEMPO Interaktif, Havana - Pemerintah Kuba berencana memecat lebih dari sejuta pegawai negeri di sana dalam enam bulan mendatang. Pemerintah beralasan, pemecatan ini untuk menghidupkan kembali perekonomian negeri itu. Karena itu, pemerintah Kuba berharap korban pemutusan hubungan kerja massal ini bisa membuka lapangan kerja atau bergabung dengan swasta.

    ''Kita harus mengakhiri kesan bahwa Kuba adalah satu-satunya negara di dunia tempat orang bisa hidup tanpa bekerja,'' kata Presiden Raul Castro. Menurut dia, perekonomian Kuba yang dijalankan pemerintah dirundung krisis parah dalam dua tahun terakhir. Salah satu akibatnya, pemerintah terpaksa mengurangi impor. Harga produk ekspor utama Kuba, nikel, merosot.

    "Model ekonomi Kuba tidak lagi cocok," kata bekas pemimpin Kuba, Fidel Castro, abang Raul. Karena itu, dia membantah anggapan bahwa pemerintah bermaksud lepas tangan dengan melakukan PHK massal ini. "Justru sebaliknya, pemerintah ingin merelokasi lebih dari satu juta karyawan negara." Karena itu, kata dia, swasta kini tak lagi akan diawasi secara ketat.

    Pusat Pekerja Kuba mencatat, ada sekitar 4,9 juta tenaga kerja dari 11,2 juta jiwa penduduknya, di mana negara mengontrol 95 persen perekonomian. Selama bertahun-tahun pemerintah memberikan 60 persen gaji para karyawan yang dipecat selama mereka menunggu penempatan kerja baru.

    Namun, menurut Pusat Pekerja Kuba, kebijakan memberikan 60 persen gaji itu tidak lagi memungkinkan. ''Negara kita tidak sanggup, dan hendaknya tidak memelihara perusahaan, badan produksi, sektor jasa, dan sektor yang menelan anggaran dengan ongkos dan kerugian yang membebani ekonomi,'' demikian dikatakan lembaga itu.

    Hanya sebagian kecil warga Kuba bekerja mandiri, misalnya sebagai penata rambut dan pengemudi taksi, atau mengelola restoran keluarga berskala kecil. Kalangan analis mengatakan, rencana ini merupakan perubahan terbesar di sektor swasta sejak revolusi pada 1959. Pertumbuhan ekonomi Kuba juga terhambat oleh embargo yang diterapkan oleh tetangganya, Amerika Serikat, selama 48 tahun terakhir.

    | ABC | CSM | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.