Protes Perobekan al Quran Berlanjut di Kashmir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kashmir memprotes rencana pembakaran Al-Quran, di Srinagar, India (14/9). AP/Altaf Qadri

    Warga Kashmir memprotes rencana pembakaran Al-Quran, di Srinagar, India (14/9). AP/Altaf Qadri

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Gejolak di Kashmir, daerah sengekta Pakistan dan India, akibat perobekan al Quran di Amerika Serikat pekan lalu berlanjut hari ini (14/9) saat ratusan orang melawan aturan keluar rumah yang diberlakukan di kawasan yang dikendalikan India.

    Masyarakat terus meluapkan kemarahan dan menentang perpanjangan masa larangan keluar rumah hari ini, yang bahkan diperluas ke beberapa kawasan lain yang tidak tercakup sebelumnya. Personil tambahan terus dikerahkan ke berbagai kawasan.

    Warga di Distrik Khanpora Baramulia di bagian utara kashmir ditembaki dengan gas air mata hari ini (14/9) karena melanggar larangan keluar rumah dan melempari personil keamanan.

    Laporan tewasnya 14 orang di berbagai kawasan di Kashmir kemarin yang kemudian diperbarui menjadi 18, membuat kemarahan masyarakat semakin besar. Sekitar 100 orang lainnya di berbagai lokasi terluka dalam unjuk rasa dan bentrok dengan polisi.

    Dalam unjuk rasa Senin kemarin gedung-gedung pemerintahan bahkan pos polisi diserang, termasuk sebuah sekolah protestan.

    Unjuk rasa Itu adalah rangkaian reaksi terhadap perobekan al Quran pada peringatan Serangan 11 September ke-sembilan di Amerika Serikat pekan lalu, yang dimulai di Pakistan saat hari raya Idul Fitri, yang menewaskan satu warga sipil.

    BBC | RONALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.