Protes Rencana Pembakaran Al-Quran di Iran Rusuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Khalil Hamra

    AP/Khalil Hamra

    TEMPO Interaktif, Teheran - Mahasiswa Iran dan anggota milisi Basij bentrok dengan polisi di luar Kedutaan Swiss di Teheran, Senin (13/9), saat protes atas ancaman pembakaran Al-Quran oleh seorang pendeta Amerika Serikat.

    Iran tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan kepentingan Amerika Serikat di Teheran ditangani oleh Kedutaan Swiss.

    Sedikitnya seribu pengunjuk rasa berteriak, "Matilah Amerika" dan "Pendeta yang akan membakar Alquran harus dibunuh." Demonstran juga melempari gedung yang dijaga 300 polisi antihuru hara yang khusus menjaga kedutaan.

    Meskipun pendeta Terry Jones telah membatalkan rencananya membakar kitab suci Islam pada hari peringatan serangan 11 September di Amerika Serikat, namun rencananya itu telah memicu kemarahan umat muslim di seluruh dunia dan memicu protes kekerasan di Afganistan dan Kashmir India yang menelan korban jiwa.

    Pemimpin besar Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut rencana pembakaran Quran merupakan tindakan gila dan penuh kebencian. Ia menyalahkan "Zionis bekerja dalam pemerintah Amerika" karena mendalangi rencana itu.

    "Dengan menipu, para pemimpin rezim Amerika tidak dapat melepaskan diri dari zionis. Itu sangat buruk," tegas Khamenei seperti dikutip televisi pemerintah.

    "Untuk membuktikan klaimnya tidak terlibat, pemerintah Amerika harus menghukum tokoh-tokoh utama di balik kejahatan besar itu," tambahnya.

    Dalam aksi protes ini, beberapa demonstran yang memegang Al-Quran menunjukkan sikap mereka siap untuk menjadi martir.

    Televisi pemerintah Iran menunjukkan gambar demonstrasi lainnya di seluruh negeri pada Senin.

    "Menghentikan rencana pembakaran Quran tidak cukup dan pemerintah Amerika harus bertanggung jawab dan mengambil tindakan pre-emptive," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ramin Mehmanparast pada Senin.

    Ulama tinggi Iran Ayatollah Safi Lotfollah menyatakan umat muslim tidak akan puas dengan hanya pengutukan terhadap dari rencana pembakaran kitab suci itu. "Muslim internasional juga akan menilai respons dari para pemimpin Amerika Serikat dalam menangani kasus itu," kata dia seperti dikutip Kantor Berita Iran, ISNA

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama pekan lalu mengimbau warga Amerika untuk menghormati Islam dan memberi hak kebebasan beragama serta meminta pendeta Terry Jones membatalkan rencananya membakar Al-Quran.

    Khamenei menegaskan kasus Jones itu tidak ada hubungannya dengan gereja dan Kristen. "Kami muslim tidak akan bertindak dengan cara yang sama dengan merusak kesucian agama-agama lain," katanya.

    REUTERS l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?