Sampai Agustus 52 Jurnalis Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Agus Bebeng

    ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO Interaktif, Wina - Sampai Agustus tahun ini, sebanyak 52 jurnalis kehilangan nyawa karena pekerjaan mereka. Menurut International Press Institute, sebuah badan pengawas media global, jumlah ini selisih empat jurnalis lebih sedikit dibandingkan pada periode yang sama tahun 2009. 

    Meksiko menjadi negara yang paling berbahaya bagi jurnalis, setidaknya ada 10 korban jiwa sampai akhir bulan Agustus, diikuti Honduras dengan sembilan dan Pakistan dengan enam orang. Tahun lalu, sebanyak 110 wartawan tewas. 

    "Jurnalis terus secara sistematis kehilangan nyawa mereka ketika meliput konflik, militan, preman dibayar, pemerintah, kartel obat bius, politisi korup, petugas keamanan tidak bermoral, dan lain-lain," kata Direktur Interim Alison Betel McKenzie dalam pertemuan International Press Institute di Wina, Austria yang dihadiri lebih dari 300 staf media dari seluruh dunia.

    Selama tahun ini Amerika merupakan wilayah yang paling berbahaya bagi wartawan, dengan 20 kematian termasuk satu di Kolombia, selain Meksiko dan Honduras. 

    Adapun kawasan Asia menempati urutan kedua, sebanyak 18 jurnalis tewas sampai dengan Agustus tahun ini. Selain enam tewas di Pakistan, tiga wartawan ditembak di Filipina. Dua lainnya tewas di Afganistan, yakni Rupert Hamer, seorang reporter Sunday Mirror, dan James P. Hunter, seorang sersan dan wartawan di Angkatan Darat AS. Kematian lain juga terjadi di Thailand, Indonesia, Jepang dan India.

    Afrika ada delapan korban jiwa: dua masing-masing di Somalia dan Nigeria, dan masing-masing di Republik Demokratik Kongo, Rwanda, Kamerun dan Angola.

    Di Timur Tengah, dua wartawan tewas di Irak. Di Lebanon, seorang reporter meninggal saat ia meliput bentrokan antara pasukan Israel dan Lebanon pada bulan Agustus. Lainnya ditembak mati di Yaman pada bulan Februari.

    Adapun Eropa ada dua pembunuhan. Salah satu korban adalah direktur radio Yunani yang ditembak mati di luar rumahnya. Korban lainnya direktur sebuah stasiun televisi Rusia yang meninggal pada Mei.

    AP I PGR 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.