Kelompok Nasrani Konservatif Robek Al-Quran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Randall Terry saat unjuk rasa di depan Gedung Putih. (opposingviews.com)

    Randall Terry saat unjuk rasa di depan Gedung Putih. (opposingviews.com)

    TEMPO Interaktif Washington - Setelah pendeta Terry Jones membatalkan rencananya membakar Al-Quran, sekelompok kecil nasrani konservatif merobek beberapa lembar Al-Quran di luar Gedung Putih, Sabtu (11/9). Mereka melakukan tindakan ini sebagai bentuk protes "perayaan Islam" dalam peringatan tragedi 9/11.

    "Kami melakukan ini untuk menghentikan propaganda bahwa Islam adalah agama damai, hal ini harus harus segera diakhiri," kata Randall Terry, pemimpin kelompok ini yang juga aktivis kampanye anti aborsi.

    Aktivis lainnya, Andrew Beacham, membacakan beberapa lembar Al-Quran yang berisi kebencian terhadap Nasrani dan Yahudi, kemudia dia merobek halaman dari Al-Quran berbahasa Inggris tersebut.

    Setelah merobek, dia menaruh sobekan kertas itu ke dalam kantong plastik, agar tidak dituduh membuang sampah sembarangan. "Satu-satunya alasan aku tidak akan membakarnya di depan Gedung Putih karena membakar apa pun adalah tindak pidana," kata Beacham

    Beacham, yang menggambarkan dirinya sebagai pemimpin Partai sayap kanan konservatif (Tea Party) dari Indiana, menambahkan: "The Twin Towers (menara WTC) dihancurkan karena Al-Quran.

    Beberapa turis berhenti untuk melihat kerumunan di luar Gedung Putih ini, sementara polisi mengambil nama-nama peserta namun mereka tidak menangkap para aktivis ini.

    AFP I PGR




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.