Protest Mulai Muncul Di Asia Soal Pembakaran al Quran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Afghanistan unjuk rasa memprotes keinginan Terry Jones di Afghanistan. (AP Photo/Mustafa Najafizada)

    Seorang warga Afghanistan unjuk rasa memprotes keinginan Terry Jones di Afghanistan. (AP Photo/Mustafa Najafizada)

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Ribuan warga Afganistan di provinsi Badakhshan turun ke jalan usai ibadah Sholat Ied hari ini untuk memprotes rencana pembakaran al Quran oleh sebuah sekte di Amerika Serikat, yang beberapa jam lalu kabarnya akan dibatalkan.

    Sekitar 10,000 orang bergabung dalam unjuk rasa itu berdasarkan perkiraan pemerintah daerah Badakhshan, mengutuk rencana tersebut dan meneriakkan slogan anti-Amerika.

    Di Ibukota Kabul, sehari sebelum Idul Fitri, ribuan warga memprotes recana itu dengan lemparan batu ke konvoy militer Amerika bahkan ke arah polisi Afganistan.

    Gelombang protes mulai naik di kawasan itu beberapa pekan setelah Pendeta Gereja Dove World Outreach Center di Florida, Terry Jonesmengumumkan akan membakar al Quran bila rencana pembangunan Islamic Center di lokasi serangan 11 September diteruskan.

    Pagi ini, atau kamis malam waktu Amerika Jones mengumumkan akan membatalkan pembakaran al Quran karena ada kesepakatan untuk membatalkan pembangunan Islamic Center tersebut. Hal itu dibantah oleh salah seorang tokoh Islam Amerika Imam Muhammad Musri Presiden Komunitas Islam di Florida, yang mengatakan kesepakatan antara mereka sejauh ini baru soal terbang bersama ke New York untuk berunding dengan para perencana Islamic Center di Ground Zero."



    REUTERS | SIFY | SKY NEWS | RONALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.