Vatikan: Hari Pembakaran Al-Quran, Langkah Kurang Ajar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Benedict XVI memberkati dua anak saat merayakan Natal di  St. Peter's Basilica, Vatican (25/12). Foto: AP/Gregorio Borgia

    Paus Benedict XVI memberkati dua anak saat merayakan Natal di St. Peter's Basilica, Vatican (25/12). Foto: AP/Gregorio Borgia

    TEMPO Interaktif, New York - Vatikan menilai rencana Hari Pembakaran Al-Quran adalah sebuah 'langkah mengerikan dan kurang ajar'. Vatikan mendesak gereja kecil di Florida membatalkan pembakaran Al-Quran untuk memperingati tragedi 11 September 2001.

    Lembaga di Vatikan yang bertanggung jawab untuk masalah dialog dengan agama lain mengungkapkan 'kekhawatiran besar' terhadap rencana gereja kecil bernama Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, membakar kitab suci umat Islam.

    Meski dikecam, Pendeta Terry Jones mengatakan dirinya tidak berniat membatalkan rencana pembakaran Al-Quran. Menurut Jones, pembakaran Al-Quran merupakan pesan bagi kelompok radikal Islam.

    "Masyarakat umum harus menuding kelompok Islam radikal dan mengatakan kepada mereka untuk diam, meminta mereka untuk berhenti, dan memberitahukan kepada mereka bahwa kami tidak akan tunduk terhadap mereka," ujar Jones dalam acara CNN, AC360. "Kami akan membakar kitab suci itu. Kami tidak membunuh orang."

    Jones mengumumkan pada Rabu bahwa provider situs gereja telah membatalkan akun Dove World Outreach Center. Namun, situs tersebut dan alamat lainnya berdasarkan buku Jones bertajuk 'Islam is of the Devil', masih bisa diakses pada Rabu malam.

    "Kami merasa ini merupakan serangan tidak langsung terhadap kebebasan berpendapat," ujar Jones. Ia menuding provider situs gereja, Rackspace, sebagai penyebabnya.

    Juru bicara Rackspace Dan Goodgame mengatakan perusahaan membatalkan akun Dove World Outreach Center setelah menyelidikii keluhan dan menilai situs tersebut. Menurut Goodgame, situs tersebut 'melanggar syarat tidak menyebarkan kebencian'.

    "Itu bukan masalah konstitusi. Ini masalah kontrak," ujar Goodgame.

    CNN| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.