Pembunuh Lennon Ditolak Bebas Bersyarat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Lennon

    John Lennon

    TEMPO Interaktif, New York - Mark Chapman, pembunuh musisi legendaris John Lennon, kembali gagal mendapat pembebasan bersyarat. Penolakan ini disampaikan Dewan Pembebasan Bersyarat lewat telekonferensi dari Penjara Attica, New York, Amerika Serikat, Rabu (9/8).

    Teknisi asal Hawaii AS ini menembak mantan pentolan The Beatles itu lima kali, di depan apartemen Lennon di New York, 8 Desember 1980. Dia dihukum seumur hidup atas dakwaan pembunuhan berencana.

    Chapman, 55 tahun, dianggap membahayakan keamanan masyarakat sekitarnya. "Terbukti datang jauh-jauh ke New York hanya untuk membunuh John Lennon," kata dewan.

    Ini merupakan penolakannya yang keenam sejak pertama kali mengajukan pembebasan pada 2000. Terpidana hukuman seumur hidup itu baru bisa kembali mengajukan pembebasan dua tahun mendatang.

    Di antara penolak, terdapat janda Lennon, Yoko Ono. Perempuan kelahiran Jepang 77 tahun lalu ini menyatakan Chapman berpotensi membahayakan dia dan keluarganya.

    Pada upaya pembebasan bersyarat 2008, Chapman mengaku malu dan menyesal akan tindakannya 30 tahun silam. Dewan juga menilainya telah berlaku baik dalam penjara. Namun mereka menolak membebaskan Chapman dengan alasan keamanan publik.

    TELEGRAPH | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.