George Soros Bantu Human Right Watch Rp 900 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • George Soros. AP/Anja Niedringhaus

    George Soros. AP/Anja Niedringhaus

    TEMPO Interaktif, George Soros menyumbang dana untuk organisasi pemerhati hak asasi manusia Human Rights Watch sebesar $100 juta atau senilai Rp 900 miliar.

    Menurutnya, organisasi ini sangat efektif. "Human Rights Watch merupakan salah satu organisasi yang sangat efektif. Saya mendukungnya," kata Soros.

    Organisasi ini, jelasnya, perlu didukung apalagi sejak George W. Bush memimpin Amerika Serikat. Karena negeri ini paling banyak melanggar hak asasi manusia. "Amerika kehilangan moral dan melanggar hak asasi manusia sejak dipimpin Bush."

    Bantuan keuangan itu, kata sumber di HWR, berasal dari yayasan sosial Soros, Soros's Open Society Foundations yang didirikan oleh milyader tersebut.

    Selain itu, Soros beralasan kepada BBC, bahwa bantuan tersebut dimaksudkan agar organisasi HRW berkembang. "Saya sangat memperhatikan masalah hak asai manusia. Human Rights Watch merupakan organisasi yang saya kenal dengan baik dan saya menghormatinya serta mendukung rencana organisasi itu untuk ekspansi," katanya.

    Soros juga menginginkan organisasi berbasis di Amerika Serikat ini terus melebarkan sayapnya ke belahan dunia lainnya.

    Saat ini HRW, berkantor pusat di New York, berada di 90 negara dengan 300 staf. Untuk kegiatan selama lima tahun, organisasi menganggarkan Rp 720 miliar.

    "Hak asasi manusia adalah universal," ujarnya.

    Pria berusia 80 tahun itu ingin kekayaannya disumbangkan. "Sesungguhnya saya ingin menyalurkan seluruhuang saya selama saya masih hidup, namun rencana tersebut belum terlaksana."

    Oktober tahun lalu, majalah Forbes memperkirakan kekayaan Soros mencapai $14 milyar atau sekitar Rp 127 triliun.

    BBC | AP | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.