Tersandung Skandal Peretasan Telepon Seluler

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Cameron. AP/Carl de Souza

    David Cameron. AP/Carl de Souza

    TEMPO Interaktif, Baru empat bulan berkuasa, pemerintahan Perdana Menteri Inggris David Cameron telah diterpa berbagai isu skandal. Setelah anggota kabinetnya, Menteri Luar Negeri William Hague, dituduh gay dan menjalin hubungan romantis dengan ajudan mudanya beberapa hari ini, kini giliran penasehat medianya yang dihinggapi masalah. 

    Direktur komunikasi Perdana Menteri, Andy Coulson, Kamis pekan lalu dituduh terlibat peretasan ratusan pesan pendek (SMS) selebriti, pejabat pemerintah, bintang sepakbola, bahkan keluarga kerajaan.

    Coulson yang datang ke markas Partai Konservatif 7 Mei lalu, dituduh melakukan tindakan ilegal itu saat bekerja sebagai editor di tabloid mingguan News of the World (NoW). Skandal ini terungkap setelah salah seorang reporternya ditahan karena tuduhan mengakses secara illegal SMS yang ditujukan kepada Pangeran William dan Harry. 

    Sebuah laporan menyebutkan, saat Coulson menjadi editor, dia meminta reporternya menyadap ratusan telepon selebriti, termasuk telepon Pangeran William dan Harry. Bahkan bekas reporter NoW, Sean Hoare, kepada Times, mengungkapkan Coulson mendengar soal peretasan ini saat mereka bekera sama di tabloid berbeda, The Sun, dan Coulson, lanjutnya, aktif menyuruh saya melakukannya. Bekas reporter NoW lainnya mengaku, semua orang tahu (tentang peretasan), bahkan hingga kucing kantor.

    Namun skandal ini tak menyebar ke publik karena kepolisian Metropolitan London, yang punya hubungan dekat dengan Now, ditekan agar tak mengusut hal tersebut. Adapun Coulson, yang sejak tiga tahun lalu menjadi direktur komunikasi Cameron, selalu membantah tuduhan itu dengan mengatakan tak pernah mengetahui, apalagi menyetujuinya. 

    Kendati demikian, politikus Partai Buruh, rival utama Partai Konservatif yang dipimpin David Cameron, berusaha meningkatkan tekanannya terhadap Cameron. Bahkan bekas wakil perdana menteri, John Prescot, dan bekas menteri Eropa, Chris Bryant, mengancam akan mengambil langkah hukum untuk mengungkap peretas SMS telepons seluler mereka. 

    Politikus Buruh juga mendesak agar kasus ini segera diselidiki, terutama terkait klaim bekas menteri Tessa Jowell yang mengatakan telepon selulernya diretas 28 kali.

    Alih-alih memecat Coulson, partai Konservatif malah menuduh Buruh sengaja menggunakan kasus ini untuk meningkatkan seragannya melawan pemerintah. 

    Coulson berhenti menjadi editor setelah bekas editor kerajaan NoW, Clive Goodman dan investigator swasta Glenn Mulcaire dipenjara pada 2007 karena kasus konspirasi menyadap SMS, termasuk yang terkait dengan Pangeran Willian dan Harry. Namun seorang sumber di pemerintahan mengatakan Coulson masih aman dalam jabatannya. 

    AOLNEWS| EXPRESS | BBC | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.