PM Julia Gillard Menang Tipis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Gillard. AP/Mark Graham

    Julia Gillard. AP/Mark Graham

    TEMPO Interaktif, Sydney -Perdana Menteri Australia Julia Gillard menjanjikan kepada para pemilih sebuah pemerintahan yang lebih terbuka setelah mengamankan pemerintahan minoritas Partai Buruh untuk masa jabatan kedua dengan dukungan penuh kubu Hijau dan beberapa anggota parlemen independen kemarin. 

    Tapi itu akan menjadi bangunan keterampilan konsensus Gillard yang akan memutuskan apakah pemerintahan, yang berkuasa lewat satu kursi mayoritas didukung oleh anggota independen dan seorang anggota parlemen Partai Hijau, berlangsung selama periode tiga tahun, setelah pemilihan umum legislatif menghasilkan parlemen menggantung sejak Perang Dunia II.

    "Kami akan memegang standar-standar yang lebih tinggi dalam transparansi dan reformasi dan, dalam semangat itu, saya mendekati tugas membentuk sebuah pemerintahan," ujar Gillard, menegaskan, setelah sehari dua anggota parlemen independen akhirnya mendukung pemerintahan Partai Buruh-nya. Dia beroleh suara 76, unggul tipis atas pesaingnya, Tony Abbot, dari Konservatif, yang didukung 74 suara.

    Dia juga mengungkapkan tujuannya mendorong sebuah pemerintahan minoritas yang stabil. "(Partai) Buruh bersiap memerintah. Buruh siap membentuk pemerintah yang stabil, efektif, dan aman untuk tiga tahun mendatang," ucap Gillar dalam sebuah konferensi pers di parlemen kemarin.

    Gillard diangkat sebagai perdana menteri dalam sebuah kudeta Partai Buruh pada Juni lalu dalam upaya menghindari kehilangan suara dalam pemilu karena apa yang dilihat sebagai kepemimpinan otokratik dan kegagalan kebijakan pendahulunya, mantan perdana menteri Kevin Rudd. 

    Sebagai pengacara dengan latar belakang aktif di serikat pekerja, Gillard adalah negosiator ulung. Tidak seperti Rudd, yang dalam beberapa kesempatan gagal meyakinkan parlemen untuk meloloskan rancangan undang-undang penting, termasuk rancangan undang-undang skema perdagangan emisi karbon untuk mengatasi perubahan iklim.

    Rudd sempat berencana membuat pajak pertambangan 40 persen yang memicu kerusakan hubungan politik dengan industri penambangan global. Dengan sigap, Gillar meyakinkan penambang kelas berat, seperti BHP Billiton, Rio Tinto, dan Xstrata, meneken pajak setelah menurunkan tingkatnya menjadi 30 persen.

    Dalam waktu dua bulan, Gillard juga sukses melakukan rekonsiliasi kepemimpinan, aksen Australia, dan merangkul kelas pekerja yang mengangkat kembali "saham" Partai Buruh dan dia menyeru sebuah pemilihan umum. 

    Selama kampanye untuk pemilu 21 Agustus lalu, ofensif pesona Gillard membuatnya sebagai perdana menteri paling disukai oleh para pemilih, walaupun dukungan kepada Partai Buruh mengalami pasang-surut. Perempuan 48 tahun--lajang, tanpa anak, dan tak percaya Tuhan--itu dengan gampang menjadi target lelucon di radio, tapi dia bersikap santai. Toh, dengan rasa humor dan intelektualitasnya, dia memenangi hati banyak warga Australia. 

    Gillard pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada 1998. Karier perempuan kelahiran Wales, yang kemudian menjadi penduduk Australia, itu melesat. Dan dia menjadi perdana menteri perempuan Australia pertama pada Juni lalu setelah terdepaknya Kevin Rudd.
     
    REUTERS I THE GUARDIAN I DWI ARJANTO 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.