Iklan Idul Fitri dengan Santa Klaus Diprotes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Stasiun televisi Malaysia, TV3, akhirnya menghapus iklan komersial yang bertajuk ucapan selamat hari raya Idul Fitri tapi menampilkan gambar Natal dan Santa Klaus. Langkah tersebut diambil TV3 setelah warga muslim memprotes iklan tersebut.

    Seperti dilaporkan kemarin, iklan komersial itu mulai disiarkan awal bulan ini untuk memberi ucapan selamat Idul Fitri kepada penonton muslim. Hari raya Idul Fitri merupakan tanda berakhirnya puasa bulan Ramadan, dan akan dirayakan Jumat mendatang oleh warga muslim yang jumlahnya dua pertiga dari 28 juta penduduk Malaysia.

    Iklan tersebut menggambarkan anak-anak yang sedang melakukan perjalanan dengan becak terbang melintasi langit malam bersama orang tua berambut putih. Mereka hendak menuju tanah impian dan diterangi kilauan lampu minyak serta teratai.

    Belum satu pekan disiarkan, warga muslim langsung memprotes iklan tersebut. Orang-orang yakin gambar dalam klip itu adalah Santa Klaus, tokoh suci dalam agama Kristen. Mereka juga memprotes karena iklan tersebut lebih terlihat sebagai promosi untuk Natal ketimbang Idul Fitri. Sebagian warga lainnya memprotes, iklan itu seharusnya tak menampilkan lotus atau lampu minyak, yang merupakan simbol dalam agama Buddha dan Hindu.

    Menanggapi protes itu, TV3 menyampaikan maaf melalui pembaca beritanya saat acara berita pada Ahad malam lalu. Stasiun televisi tersebut juga berjanji akan berhenti menayangkan klip berdurasi satu menit itu dan memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Namun petugas TV3 belum bisa dimintai konfirmasi kemarin.

    Dalam negara multietnis seperti Malaysia, agama merupakan masalah sensitif. Karena itu, untuk mencegah terjadinya konflik SARA, pemerintah negara tersebut dalam beberapa tahun ini berjuang keras memperbaiki hubungan antarras, menyusul adanya serangkaian keluhan tentang hak agama dan ras. Penganut agama minoritas, seperti Buddha, Kristen, dan Hindu, memprotes sikap pemerintah yang mereka anggap menggerogoti praktek keyakinan mereka demi mengutamakan kepentingan warga muslim.

    AP | STRAITS TIMES | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?