Karpet Baru Obama Salah Kutip

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oval Office masa pemerintahan Obama (telegraph.co.uk)

    Oval Office masa pemerintahan Obama (telegraph.co.uk)

    TEMPO Interaktif - Karpet baru Presiden Barack Obama di ruang kerjanya, Oval Office bermasalah. Karpet berwarna coklat muda yang bertuliskan kutipan sejumlah tokoh terkenal itu seperti Abraham Lincoln, Theodore Roosevelt, John F. Kennedy and Martin Luther King ternyata ada yang salah.

    Kutipan yang salah itu adalah kutipan yang diklaim milik Dr Martin Luther King. Ketika sedang berpidato, King sering memakai kata-kata "The arc of the moral universe is long, but it bends toward justice.

    Kata-kata itu ternyata bukan milik King tapi punya Theodore Parker, seorang pemikir dan aktivis persamaan hak. Parker meninggal pada 1860 di usia 49 pada masa perang sipil di Amerika Serikat. Dia tidak sempat melihat emansipasi di Amerika.

    Setelah 18 bulan berkantor di gedung putih, Presiden Barack Obama mendesain ulang kantornya yang dikenal dengan nama Oval Office. Dekorasi ulang ini dilakukan ketika Obama bersama keluarganya pergi berlibur. Kini ruangan itu memiliki sofa baru, karpet baru dan pelapis dinding baru juga.

    Yang paling mencolok dari dekorasi baru ini adalah karpetnya, karpet yang didominasi warna kuning muda dan krem ini menggantikan karpet berdesain sinar matahari milik Presiden George W Bush.

    Biaya dekorasi ulang ini, menurut pejabat Gedung Putih, tidak diambil dari pajak rakyat tapi dari Asosiasi Sejarah Gedung Putih (White House Historical Association).

    Oval office terletak di sisi selatan sayap barat Gedung Putih. Oval Office adalah simbol dari kekuatan eksekutif Amerika Serikat. Di ruang kerja itu seorang presiden Amerika Serikat biasanya berpidato kepada rakyatnya untuk hal-hal yang amat penting. Setiap pergantian presiden, biasanya dekorasi ruangan ini juga berubah.

    WASHINGTON POST I PGR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.