Tetap Setia Meski Terpendam di dalam Tanah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja tambang yang terperangkap akibat tanah longsor di Cile. AP/Chile's government

    Sejumlah pekerja tambang yang terperangkap akibat tanah longsor di Cile. AP/Chile's government

    TEMPO Interaktif, Yonni Barrios ada kemungkinan sudah lama merasa terperangkap, namun ia benar benar terperangkap di kedalaman 2.300 kaki atau 700 meter di bawah tanah setelah bencana tanah longsor menutup tambang emas tempat ia bekerja bersama 32 penambang lainnya di Gurun Atacama, Cile.

    Inilah awal petaka sekaligus dimulainya drama kehidupan baru Barrios dan teman-temannya. Mereka terperangkap sejak 5 Agustus lalu, dan menurut regu penolong, ada kemungkinan mereka tetap berada di bawah tanah hingga Natal mendatang.

    Selama menunggu pertolongan dibebaskan dari dalam tanah, istri dan keluarga penambang berkumpul di permukaan tambang. Meski dipisahkan oleh jarak 700 meter, mereka tetap ingin menemani suami dan ayah mereka. Tak terkecuali Barrios.

    Istri Barrios, Marta Salinas, 56 tahun, setia menanti suaminya di permukaan. Ia dan keluarganya bahkan menggelar doa bersama di atas tambang untuk keselamatan sang suami. Namun kesetiaan Salinas terusik ketika seorang perempuan tak dikenal memanggil-manggil nama suaminya. Setelah ditelisik, perempuan tersebut, Susana Valenzuela, ternyata wanita simpanan Barrios.

    Kepada harian The Sun di London, Salinas mengatakan "ngeri" tapi berencana tetap menjaga suaminya. "Barrios suamiku. Dia mencintaiku dan aku adalah istri yang setia," katanya. "Sedangkan perempuan ini tidak punya legitimasi," dia menandaskan.

    Seakan tak mau kalah, Valenzuela mengatakan dia dan Barrios akan hidup bersama. "Kami saling mencintai. Saya akan menunggunya," ujarnya kepada The Sun.
    Tidak semua berita tentang penambang bersifat melodramatis. Awal pekan ini, seorang penambang mengirim proposal pernikahan kepada pasangannya setelah mereka hidup bersama selama 25 tahun. 

    Melalui secarik kertas, Esteban Rojas menjanjikan kepada Jessica Yanez bahwa mereka akan merayakan pernikahan mereka di gereja besar seperti yang Yanez impikan. "Mohon doa agar kami bisa selamat, dan saat saya keluar, saya akan membeli pakaian dan menikah," tulis Rojas di sebuah kertas seperti dilaporkan CNN.

    Para penambang bisa berinteraksi dengan dunia luar sejak Kamis lalu dengan menggunakan sebuah alat berdiameter seperti jeruk bali yang dimasukkan ke dalam tanah oleh regu penolong. Melalui alat ini, penolong mengirimkan para penambang obat-obatan, surat dari keluarga, kertas, kamera tangan, pakaian, dan makanan.

    Rabu lalu, untuk pertama kalinya penambang dikirimkan makanan panas. Tapi seorang anak penambang meratap bahwa ayahnya belum bisa menyantap makanan favoritnya. Sebab, untuk saat ini, makanan yang dikirim ke dalam tanah harus yang direkomendasikan ahli gizi.

    Saat pertama kali berinteraksi dengan dunia luar, para penambang mengirim guyonan jorok. Salah satu guyonan itu bahkan membuat wajah Menteri Kesehatan Cile Jaime Manalich merah padam. Guyonan ini kemudian dibalas oleh keluarga.

    Sebuah rekaman video yang diambil dengan kamera tangan pekan lalu memperlihatkan para penambang berjenggot, tanpa baju, dan sangat kurus. Dilaporkan para penambang itu kehilangan berat badan hingga 10 kilogram selama terperangkap 17 hari, sebelum mereka ditemukan masih hidup. Tapi kondisi mereka sekarang dilaporkan sehat.

    Dalam video berikutnya, jenggot mereka sudah bersih dan mengenakan baju baru. Para penambang juga membuat video rekaman percakapan pribadi untuk keluarganya. Mereka juga dikirimkan video sepak bola dan proyektor mini untuk membantu mereka melewatkan waktu. Kardinal Cile juga telah mengirimkan rosario yang telah diberkati Paus Benediktus XVI. Sejauh ini, penolong baru berhasil mengebor sampai kedalaman 41 meter atau sekitar 5 persen dari keseluruhan jarak yang harus dibor. 

    REUTERS AFRICA | AOLNEWS | SUNARIAH

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.